OJK Didesak Selidiki Manipulasi Pasar - Transaksi Goreng Saham PRAS

NERACA

Jakarta- Masyarakat Investor Sekuritas Indonesia (MISSI) mengusulkan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menindaklanjuti upaya penyelidikan atas dugaan manipulasi pasar yang terjadi di pasar modal. \"Kita usulkan kepada OJK yaitu menelusuri terjadinya transaksi dengan frekuensi banyak di perusahaan sekuritas yang dilakukan oleh satu dua orang, tapi kemudian dia juga yang membeli sendiri.\" kata Ketua Umum MISSI, Sanusi di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi dasar awal penyelidikan bagi OJK. Mengingat, hal ini termasuk dalam kewenangan OJK selaku pengawas di pasar modal. Selanjutnya, OJK dapat melakukan pemeriksaan dari laporan keuangan perusahaan sekuritas tersebut.

Beberapa langkah tersebut, lanjutnya, telah disampaikan MISSI dalam pertemuan dengan pihak OJK pekan kemarin. \"Dari OJK telah menanggapi masalah manipulasi pasar kemarin dan mengatakan akan diselidiki lebih lanjut.\" ujarnya.

Dugaan atas manipulasi pasar atau goreng menggoreng saham yang menjadi salah satu concern permasalahan belum lama ini, yaitu atas transaksi saham PRAS pada tanggal 8 April 2013. MISSI mencermati telah terjadi perdagangan yang anomali pada saham dengan kode tersebut.

Saham ini pada awal bursa bergerak dengan volume yang sangat besar dengan harga naik dari sehari sebelumnya 570 bergerak naik mencapai 690 dan pada sore hari turun drastis ditutup 485. Hal ini dinilai menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi investor. Pasalnya, jika ada investor pemula yang membeli saham ini sebanyak 100 ribu lembar untuk 200 lot pada harga Rp680, atau senilai Rp68 juta maka pada akhir tutup bursa nilai investasi si investor pemula ini hanya akan tinggal Rp48,5 juta dengan potensial loss Rp19,5 juta atau mengalami kerugian sebesar 28,67 % dalam sehari. Pada tanggal 10 April, jika investor tidak cutloss pada hari sebelumnya maka kerugian mencapai Rp30 juta atau hampir 43 % dalam tiga hari.

Tingkatkan Pengawasan

Dengan adanya tanggapan dari pihak OJK tersebut, kata Sanusi, pihaknya berharap institusi baru OJK akan melakukan pengawasan lebih baik. Tidak hanya untuk meminimalisir kasus manipulasi pasar, namun juga meningkatkan kepercayaan masyarakat berinvestasi di pasar modal. “Institusi baru ini bisa lebih tanggap dan diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan.” imbuhnya.

Dugaan manipulasi pasar ini sebelumnya juga telah mendapat tanggapan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Pihak otoritas mengemukakan akan memberi sanksi kepada perantara efek ‘nakal’, termasuk perantara efek atas saham PRAS apabila terbukti benar melakukan manipulasi pasar. “BEI tidak bisa memanggil nasabah. Bursa akan melihat terhadap aturan yang ada, kalau ada pelanggaran maka kita beri sanksi ke AB.” kata Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo.

Menurut Uriep, beberapa indikasi pelanggaran dapat dilihat dari tiga sisi, yaitu emiten, sekuritas, dan nasabah atau pelaku pasar. “Kalau saham gerak naik turun kita lihat itu valid atau tidak, bisa saja kan karena ada info menyesatkan. Indikasinya, bisa dari emiten, AB atau nasabah.” jelasnya. (lia)

Related posts