Medco Energi Bagi Dividen Senilai US$3,34 Juta

NERACA

Jakarta- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) akan membagikan dividen senilai US$3,34 juta atau 30% dari laba bersih yang diperoleh perseroan untuk tahun buku 2012 sebesar US$12,59 juta. Hal tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar perseroan. “Para pemegang saham setuju dengan pembagian dividen dengan rasio yang sama dengan tahun sebelumnya yaitu 30%,” kata Direktur Utama Medco Energi Lukman Mahfoedz di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Menurutnya, pembagian dividen kepada para pemegang saham akan dilakukan pada 7 Juni mendatang. Perseroan akan mengalokasikan sisa laba tersebut sebagai laba ditahan sebesar US$9,26 juta, dan selebihnya akan digunakan untuk cadangan umum.

Laba bersih yang dicatatkan perseroan ini menunjukkan terjadinya penurunan yang signifikan dari pencapaian laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai US$90,9 juta. Hal tersebut antara lain adanya pertimbangan untuk penghapusan buku beberapa aset yang mengalami penurunan nilai (impairment), pembebanan pajak yang ditangguhkan (deferred tax asset), serta sumur yang dry-hole yang seluruhnya mencapai US$51juta.

Meskipun demikian, perseroan mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha mengalami peningkatan sebesar 11,2%, atau menjadi US$909,1 juta di tahun 2012 dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar US$817,7 juta. Terjadinya peningkatan tersebut sebagian besar dikontribusikan dari meningkatnya penjualan minyak dan gas yang mencapai US$ 873 juta atau sekitar 96% dari jumlah penjualan dan pendapatan usaha perseroan. Sementara sisanya, berasal dari penjualan dan pendapatan kegiatan usaha energi terkait lainnya.

Adapun pendapatan operasional perseroan naik sebesar 33% atau menjadi US$ 253,2 juta di tahun 2012 dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar US$220,3 juta. Pendapatan sebelum beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) juga naik sebesar 5,7% dari US$323 di tahun 2011 menjadi US$341,5 juta di tahun 2012.

Proyek Migas

Disebutkan, perseroan juga mencatatkan kenaikan untuk cadangan migas terbukti dan terduga (2P) sebesar 29% atau menjadi 294 MMBOE di tahun 2012 dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 228 MMBOE. Pencapaian ini antara lain ditopang oleh eksplorasi di Area 47 di Libya dan Blok South Central Sumatra (SCS).

Untuk meningkatkan produksi minyak dan gasnya, kata Lukman, perseroan akan terus berupaya untuk menyelesaikan beberapa proyek dan akuisisi. “Dalam dua tahun ke depan, perseroan akan terus berupaya untuk meningkatkan produksi minyak dan gas setiap tahunnya dengan penyelesaian proyek-proyek utama, dan juga melalui akuisisi aset migas, baik di Indonesia maupun luar negeri,” paparnya.

Telah disampaikan sebelumnya, dalam pengembangan proyek Libya 47 pada Januari 2013, eksplorasi yang berhasil dilakukan yaitu pada 18 sumur dari 22 sumur eksplorasi di Libya. Dalam rencana ekspansinya, perseroan juga sedang menunggu persetujuan akhir dari pemerintah untuk proyek Sarulla. Proyek Sarulla diharapkan akan dapat direalisasikan pada 2016 dengan kapasitas 330 MW. Sementara dengan upaya peningkatan kinerja yang dilakukan perseroan, pada tahun ini pendapatan diharapkan dapat mengalami pertumbuhan sekitar 10% yang didukung dari domestik dan luar negeri. (lia)

Related posts