Awal Pekan Ini, IHSG Masih Berpeluang Menguat

NERACA

Jakarta – Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan kemarin mengalami pergerakan fluktuatif. Berhasil menguat di perdagangan sesi pertama, rupanya tidak berlanjut hingga akhir perdagangan. Pasalnya, aksi jual investor asing memicu koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Jum’at akhir pekan kemarin terkoreksi 16,016 poin (0,32%) ke level 4.978,507. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 5,890 poin (0,69%) ke level 841,934.

Kata analis Trust Securities, Reza Priyambada, aksi jual menjadi penghalang penguatan indeks BEI diakhir pekan, “Pelaku pasar cenderung kembali melakukan aksi jual, terutama investor asing yang banyak melepas saham,\"katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dirinya mencatat, investor asing melakukan jual bersih (nett sell) sebesar Rp217,58 miliar dengan melepas mayoritas saham-saham unggulan. Sementara dari eksternal, lanjutnya, indeks saham Asia bergerak bervariasi ditandai sentimen negatif dari China terhadap kabar pembatasan harga rumah yang dipersepsikan menurunkan keuntungan perusahaan properti.

Sementara di sisi lain, lanjut dia, apresiasi terhadap mata uang yuan China membuat tingkat pencatatan referensi kegunaan nilai tukarnya dalam perdagangan global dan investasi menjadi sentimen positif.

Menurut analis HD Capital, Yuganur Wijanarko, meski indeks BEI cenderung mengalami penurunan pada pekan kemarin masih di atas level konsolidasi di posisi 4.940 poin, “Pergerakan mingguan di atas level itu menandakan bawah masih ada potensi untuk mencoba naik kembali,”ungkapnya.

Dia menambahkan, secara teknikal indeks BEI akan kembali menuju level tertingginya di posisi 5.026 poin seiring dengan positifnya ekonomi dalam negeri.

Hal senada juga disampaikan Managing Director Head of Indonesia Investment Banking PT Morgan Stanley Asia, Andy Purwohardono. Dirinya mengaku optimis terhadap indeks BEI ke depan masih akan terus menguat, “Kita masih optimis indeks BEI masih akan terus meningkat,\" ujarnya.

Sebaliknya, Kepala Riset PT e-Trading Securities Betrand Raynaldi menuturkan, secara teknikal pelemahan IHSG BEI akhir pekan kemarin sebesar 16,02 poin ke posisi 4.978 poin mengindikasikan pada Senin awal pekan ini masih akan mengalami penurunan.

Tercatat pada perdagangan akhir pekan kemarin, aksi beli banyak dilakukan investor lokal, sementara pemodal asing sudah mulai melakukan aksi ambil untung. Transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 254,33 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 144.495 kali pada volume 5,341 miliar lembar saham senilai Rp 6,176 triliun. Sebanyak 149 saham naik, sisanya 98 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional berakhir mixed di akhir pekan, beberapa masih bisa menguat didorong penguatan Wall Street kemarin. Aksi jual di bursa regional terjadi menyusul kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi China.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Goodyear (GDYR) naik Rp 650 ke Rp 17.000, Lippo Insurance (LPGI) naik Rp 375 ke Rp 3.100, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 250 ke Rp 83.750, dan Trikomsel (TRIO) naik Rp 200 ke Rp 1.900.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain United Tractor (UNTR) turun Rp 700 ke Rp 17.750, Telkom (TLKM) turun Rp 550 ke Rp 11.250, BCA (BBCA) turun Rp 350 ke Rp 10.750, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 300 ke Rp 8.000.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 6,278 poin (0,13%) ke level 5.000,801. Sementara Indeks LQ45 menipis 0,148 poin (0,02%) ke level 847,676. Saham-saham unggulan di sektor komoditas dan finansial diburu investor membuat berhasil balik arah ke zona hijau. Aksi jual di saham-saham lapis dua masih cukup tinggi sehingga penguatan indeks masih tidak terlalu tinggi.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 81.830 kali pada volume 2,791 miliar lembar saham senilai Rp 2,613 triliun. Sebanyak 134 saham naik, sisanya 82 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 950 ke Rp 51.050, Goodyear (GDYR) naik Rp 850 ke Rp 17.200, Sarana Menara (TBIG) naik Rp 250 ke Rp 5.750, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 ke Rp 38.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 250 ke Rp 11.550, Matahari (LPPF) turun Rp 200 ke Rp 11.500, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 22.850, dan Garda Tujuh (GTBO) turun Rp 150 ke Rp 3.975.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 2,40 poin atau 0,05% ke posisi 4.992,13. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,6 poin (0,07%) ke level 847,22, “Tekanan jual saham yang masih dilakukan investor mendorong IHSG BEI kembali turun,\" kata analis HD Capital, Yuganur Wijanarko.

Namun, menurut dia, secara teknikal penurunan indeks BEI itu bersifat terbatas sehingga tinggal menunggu waktu untuk kembali menguat dan kembali menembus poin tertinggi baru. Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 270,97 poin (1,21%) ke level 22.672,21, indeks Nikkei-225 naik 5,89 poin (0,04%) ke level 13.931,97, Straits Times menguat 10,21 poin (0,31%) ke posisi 3.347,92. (bani)

Related posts