Pasar Mesin Konstruksi Ditaksir Rp 400 Triliun

NERACA

Jakarta - Program pemerintah untuk membangun infrastruktur dan konstruksi membuat sebagian produsen alat berat asal China untuk ikut bermain di pasar dalam negeri. Potensi pasar industri mesin konstruksi dalam negeri diproyeksikan mencapai Rp 400 Triliun, naik 20% dari tahun lalu.

“Namun untuk saat ini masih banyak anggota Gapensi yang tidak mengetahui harus kemana membeli mesin konstruksi. Sehingga banyak anggota kami malah mencari sendiri ke luar negeri, karena kurangnya informasi yang didapat didalam negeri,\" ungkap Ketua Kompartemen SDM dan Kerjasama Internasional, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi), Errika Ferdinata saat acara konferensi pers Indo Icon dan Indo Bimex di Jakarta, pekan lalu.

Lebih jauh lagi Errika memaparkan sampai saat ini para pengusaha mengeluhkan mahalnya harga alat berat, layanan purna jual yang belum tersedia,pembiayaan dari bank masih sulit didapatkan, berbeda sekali dengan alat berat yang buatan dari Jepang,yang sangat mudah mendapatkan pembiayaan dari perbankan Indonesia.

Di tempat yang sama, China Council for The Promotion of International Trade Machinery Sub Council (CCPIT MSC) memperkirakan volume perdagangan China dan Indonesia pada 2015 lebih dari US$80 miliar, khususnya di sektor mesin, transportasi dan komunikasi.

“Pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang terus meningkat membuat pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur dan peningkatan restrukturisasi industri. Dari sudut pandang investasi, Indonesia merupakan salah satu tujuan investasi China di Asean, khususnya sektor energi pertambangan, transportasi, komunikasi, mesin, keuangan, pertanian dan dua tahun lagi diproyeksikan volume perdagangannya melebihi US$80 miliar,” kata perwakilan CCPIT MSC, Zhang Shu Jing.

Pasar Luas

Khusus industri konstruksi mesin, menurut Zhang, China memiliki pasar yang luas dan peluang bisnis di Indonesia. “Industri mesin konstruksi China telah mengarah keluar dari jalur pengembangan independen selama beberapa tahun terakhir dan secara bertahap terus membuat kemajuan di pasar internasional dan menciptakan sejumlah merek terkenal yang kompetitif. Dengan Asean China Free Trade Agremeent (ACFTA), Indonesia telah membentuk hubungan kerja sama ekonomi yang kuat,” paparnya.

CCPIT MSC terdiri dari perusahaan dan organisasi yang mewakili sektor ekonomi dan perdagangan di China. Lembaga ini telah disahkan oleh pemerintah China dan mewakili negara untuk menjadi tuan rumah serta menghadiri berbagai pameran yang memberi kontribusi terhadap promosi ekonomi.

Untuk meningkatkan volume perdagangan, lanjut Zhang, CCPIT MSC akan mengadakan pameran mesin konstruksi di Indonesia pada 28 Mei sampai dengan 31 Mei 2013. “Pameran ini bertujuan untuk mengembangkan peluang kerja sama di bidang industri permesinan konstruksi dan teknologi bahan bangunan,” ujarnya.

Pameran Indo Icon dan Indo Bimex diharapkan menjadi salah satu pendorong keberhasilan pembangunan ekonomi nasional Indonesia sesuai dengan yang dicanangkan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) khususnya sektor infrastruktur.

Sementara itu, Direktur Managing China Council for the Promotion of International Trade Machinery SubCouncil (CCPIT-MSC) Wang Shuobo mengungkap Indonesia menjadi target pasar industri permesinan konstruksi dan teknologi bahan bangunan asal China. Terutama untuk alat berat penggalian tambang dan pembangunan infrastruktur.

\"Untuk menggali tambang yang demikian besar, Indonesia membutuhkan peralatan mesin konstruksi yang memadai. Infrastruktur dan pertambangan di Indonesia membutuhkan peralatan yang kami pasarkan,\" tuturnya.

Pameran yang diselenggarakan atas kerja sama China Construction Machinery Association (CCMA), China Council for the Promotion of International Trade-Machinery SubCouncil (CCPIT-MSC) dan PT Peraga Nusantara Jaya Sakti ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Mei-1 Juni 2013 mendatang.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pameran serupa yang sudah digelar. \"Pada pameran tahun depan, barang-barang yang dipamerkan akan bertambah. Selain itu, produk mesin industrinya kita cocokkan dengan kebutuhan pasar di Indonesia,\" ungkapnya.

Related posts