Catur Sentosa Fokus Bisnis Retail Modern - Tingkatkan Penjualan

NERACA

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan ekspansi bisnisnya, perusahaan bergerak bisnis distrubusi makanan dan bangunan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) akan menggap bisnis retail modern untuk penjualan bahan bangunan.

Kata Direktur Keuangan PT Catur Sentosa Adiprana Tbk, Tjia Tjhin Hwa, kedepan perseroan akan mengembangkan bisnis retail modern seiring dengan pasarnya yang masih menjanjikan, “Kita akan fokus bisnis retail modern dengan menambah gerai baru dan diharapkan tiap tahun kontribusinya bisa tumbuh 26% ke pendapatan konsolidasi,”ujarnya di Jakarta, Kamis (25/4).

Dia menambahkan, guna mendukung ekspansi bisnis retail modernya, perseroan akan menambah dua gerai baru di Puri Indah dan Balai Kota dengan nilai investasi sekitar Rp 30 miliar. Disamping itu, perseroan terbuka untuk menambah prispipal baru. Sementara untuk anak usahanya Mitra 10, kata Sekretaris Perusahaan CSAP, Idrus H. Widjajakusuma, tahun ini belum membuka gerai baru karena fokus pengembangan bisnis di retail modern. Namun dipastikan tahun 2014 baru akan menambah gerai atau toko baru untuk Mitra 10.

Selain itu, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp3,50 per lembar saham dengan nilai sebesar Rp 10 miliar atau sekitar sekitar 17,66% dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada 2012.

Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan tumbuh 20% atau sekitar 6 triliun dibandingkan tahun 2012 sebesar Rp 5 triliun. Sementara laba kotor juga naik 12,7% dan belanja modal dianggarkan sebesar Rp 150 miliar. Dimana Rp100 miliarnya untuk pembelian tanah dan bangunan, sementara Rp50 miliar sisanya untuk membeli perlengkapan mobil dan kendaraan angkutan yang memang setiap tahunnya harus diganti.

Menurut Idrus, pencapaian penjualan ditopang oleh pertumbuhan bisnis pada dua segmen usaha, yakni distribusi bahan bangunan dan ritel modern. Di mana ritel modern memberikan margin keuntungan lebih besar, dengan kontribusi mencapai 40% pada konsolidasikan.

Selain itu, laba kotor perseroan tahun lalu mencapai Rp632 miliar atau naik 19 persen dari 2011 yang mencapai Rp530 miliar. Namun, laba berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk di 2012 menurun 14% menjadi Rp57 miliar dari 2011. Disebutkan, penurunan ini dikarenakan adanya kenaikan bunga 39%. Selain itu, perseroan juga baru melakukan pembelian tanah dan bangunan di kawasan Daan Mogot sebesar Rp153 miliar untuk dijadikan central warehouse. Investasi tersebut juga dibiayai oleh bank sebesar Rp130 miliar dan sisanya dari kas perseroan. Kemudian hasil rapat RUSPT juga menyetujui Antonius Tan menjadi Presiden Direktur, setelah sebelumnya menjabat Wakil Presiden Direktur CSAP. (bani)

BERITA TERKAIT

BOLT Terus Tingkatkan Kualitas Layanan

NERACA Jakarta - Penetrasi BOLT sebagai pionir layanan 4G LTE terus agresif dan juga ditunjang dengan komitmen perseroan dalam meningkatkan…

ASDP-Jamdatun Kerja Sama Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan

ASDP-Jamdatun Kerja Sama Tingkatkan Tata Kelola Perusahaan NERACA Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menjalin kerja sama dengan Jaksa…

Tingkatkan Literasi Keuangan, Mobil Prestasi Muamalat Sambangi Sekolah

    NERACA   Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Muamalat) menyadari pentingnya pembangunan karakter anak bangsa melalui pendidikan.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perdagangan Saham DIGI Disuspensi

Lantaran terjadi peningkatan harga saham yang signifikan, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian sementara atau suspensi perdagangan saham PT…

BEI Dorong Perusahaan di DIY Go Public

Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong perusahaan di daerah itu baik milik swasta maupun badan usaha…

MAYA Bagi Dividen Interim Rp 223,19 Miliar

PT Bank Mayapada International Tbk (MAYA) akan membagikan dividen tengah tahun sebesar Rp35 per lembar saham. Hal itu sesuai dengan…