PTBA Incar Tiga Peluang Bisnis di Myanmar

NERACA

Jakarta- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengaku akan melakukan pengembangan usaha di Myanmar untuk dapat mengambil peluang bisnis yang dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan. “Tiga hal pokok yang dapat dikembangkan yaitu tambang batu bara, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dan untuk memasok batu bara dari PTBA di Myanmar.” kata Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk, Milawarma di Jakarta, Rabu (25/4).

Menurutnya, pihaknya telah berkomunikasi dengan kementerian Myanmar untuk melakukan kesepakatan awal. Namun sampai dengan saat ini masih ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi perseroan sehingga proses penyelesaiannya masih akan terus berlanjut. Hanya saja, untuk kesiapan pengembangan usaha di negara tersebut, perseroan tengah memasuki tahap penjajakan, baik terkait skema bisnis maupun investasi.

Dalam hal menjalankan usaha pertambangan di Myanmar, lanjut dia, perseroan juga akan menggandeng perusahaan lokal dalam menjalankan usaha pertambangan di Myanmar. Salah satu konsen perseroan dalam melakukan pengembangan usaha di Myanmar ini yaitu agar dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan ke depan. “Ini masih tahap awal ekspansi, yang penting yaitu bisa memberikan added value,” ucapnya.

Disebutkan Milawarma, pada tahun ini perseroan menargetkan volume penjualan sebesar 22,68 juta ton. Sampai dengan kuartal pertama 2013, volume penjualan tercatat sebesar 4,51 juta ton atau 17% lebih tinggi dibandingkan realisasi kuartal pertama 2012 sebesar 3,85 juta ton. Pihaknya optimistis target penjualan akan dapat tercapai pada tahun ini.

Optimisme tersebut, lanjut dia, ditunjang oleh peningkatan kapasitas angkutan kereta api yang telah mengoperasikan rangkaian gerbong baru pada akhir April ini. “Saat ini PT KA sudah mendatangkan 20 lokomotif baru dari total 44 lokomotif yang dijadwalkan seluruhnya akan datang sampai dengan kuartal kedua 2013.” ucapnya.

Adapun total armada PT KA untuk angkutan batu bara PTBA hingga saat ini mencapai 88 lokomotif dan 2.742 gerbong untuk tujuan Pelabuhan Tarahan Bandar Lampung dan Dermaga Kertapati Palembang yang siap beroperasi mulai Juli mendatang. Untuk mengimbangi peningkatan kapasitas angkutan kereta api menuju pelabuhan Tarahan, PTBA juga meningkatkan kapasitas mulai akhir tahun ini menjadi 25 juta ton per tahun dari sebelumnya 13 juta ton.

Untuk mendukung operasional pelabuhan, kata dia, PTBA akan segera menyelesaikan pembangunan PLTU 2x8 MW pada kuartal ketiga tahun ini untuk pemakaian sendiri. Kapasitas sandar kapal juga ditingkatkan dari sebelumnya hanya dapat menampung satu buah kapal berukuran maksimum 80.000 DWT menjadi sekaligus dapat disandari dua kapal, masing-masing satu kapal ukuran panamax dan satu lagi kapal ukuran 150.000 DWT.

Menurutnya, untuk menyiasati pasar komoditas yang belum kondusif, selain meningkatkan volume penjualan, perseroan akan melakukan sejumlah efisiensi. Langkah efisiensi yang diambil, yaitu dengan memprioritaskan penjualan batu bara kalori tinggi untuk pasar ekspor. “Kita lakukan selektif mining dengan menjual batu bara kualitas tinggi untuk ekspor untuk mengantisipasi turunnya harga di 2012-2013.” paparnya.

Sementara untuk mendukung kinerja di tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal senilai Rp2,2 triliun yang akan dialokasikan untuk pembangunan sarana penanganan batu bara di Tanjung Enim dan perluasan pelabuhan Tarahan yang meliputi pemasangan dua unit Alat Bongkar Batubara dari kereta api (RCD) baru yang akan beroperasi pada Juli mendatang. (lia)

Related posts