Pasar Positif, WIKA Beton Targetkan IPO Tahun Ini - Maju Dari Target Awal

NERACA

Jakarta – Awalnya, rencana penawaran saham perdana atau initial public offering PT Wijaya Karya Beton akan dilakukan tahun 2014. Namun rencana ini dimajukan akan dilakukan pada semester kedua tahun 2013.

Rupanya sentimen tahun politik, tidak memberikan dampak bagi aksi korporasi perseroan untuk listing di pasar modal, “Kita sudah membuat tim untuk bisa membawa Wika Beton melakukan IPO dan hingga saat ini sedang dalam tahap kajian, “kata Direktur PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Ganda Kusuma di Jakarta, Kamis (25/4).

Dia menuturkan, pihaknya berharap IPO WIKA Beton bisa dilakukan semester kedua tahun ini dan perseroan sudah memanggil konsultan financial untuk IPO ini. Menurutnya, pelepasan saham ke publik WIKA Beton juga dengan meilihat kondisi pasar saat ini yang sedang baik terhadapat industri kontruksi.\"Harapan bisa terjual dengan harga yang bagus, kita gak mengetahui kondisi 2014 seperti apa. Kalau tahun ini saya lihat lagi baik,\" ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, WIKA Beton ditargetkan pada tahun ini produksinya mencapai dua juta ton dengan kapasitas 1,8 juta ton. Maka untuk mencapai target produksi tersebut, perseroan akan membangun pabrik baru di Kalimantan.

Disebutkan, wilayah yang menjadi incaran WIKA Beton untuk bangun pabrik, seperti Lampung, Batam, Gresik, dan Samarinda. \"Semuanya berada di dekat laut, pabriknya nanti dengan ukuran lebih panjang perbeton hingga 50 meter. Sehingga nanti bisa didistribusikan pada jalur laut,”tandasnya.

Dia menambahkan, pembangunan keempat pabrik ini bisa saja dilakukan pada tahun ini, akan tetapi WIKA Beton saat ini sedang fokus dalam membangun pabrik barunya di wilayah Kalimantan Timur. \"Kalau pembangunan pabrik di Gresik dengan PT Garam sedang disiapkan studi kelayakannya,\" paparnya.

Kata Ganda Kusuma, rencananya pembangunan pabrik sumber pendanaanya berasal dari belanja modal WIKA pada tahun ini sebesar Rp1,7 triliun. Dimana WIKA Beton memperoleh alokasi sebesar Rp250 miliar dari belanja modal WIKA tahun 2013.

Selain itu, Direktur Utama WIKA Bintang Perbowo mengungkapkan, pihaknya akan menjajaki Afrika Selatan untuk menggarap proyek 53 gedung parlemen senilai US$2 miliar. Dimana kontrak proyek ini, kata Bintang merupakan tawaran dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Afrika Selatan,\"Delegasi dari Afrika Selatan sudah datang ke ke sini (WIKA), untuk meminta kami membangun gedung di sana,\" katanya.

Menurut Bintang, potensi pasar di Afrika Selatan sangat besar, sehingga WIKA tertarik masuk ke negara tersebut. Sebelumnya, Kementerian Perdagangan mengklaim hasil transaksi di Trade Expo Indonesia ke-27 yang berlangsung tahun lalu di Jakarta Expo Center, melebihi target mencapai US$3 miliar atas adanya proyek pembangunan 53 gedung parlemen di Afrika Selatan, “Saat ini, Afrika Selatan sedang membahas mengenai detail hal ini dengan Wika,\" kata Direktur Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Gusmardi Bustam.

Menurutnya, target pembangunan gedung parlemen ini sebelumnya merupakan mayoritas dari nilai transaksi di Trade Expo Indonesia 2012, yaitu US$2 miliar dari total transaksi US$3 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Sepekan Tumbuh Positif 0,45%

NERACA Jakarta – Seiring mulai meredanya sentimen negatif perang dagang, tren indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin berada di…

Darmi Bersaudara Bidik Dana IPO Rp 22 Miliar - Lepas 22,57% Saham Ke Publik

NERACA Jakarta - Perusahaan perdagangan kayu, PT Darmi Bersaudara akan melepas 22,57% sahamnya dalam penawaran umum perdana atau Initial Public…

Ingin Kembangkan Sektor Perikanan dan Pertanian, Bupati Asmat Harapkan Dukungan Lebih Dari Pusat

NERACA Jakarta - Bupati Kabupaten Asmat, Elissa Kambuh, menuturkan, masyarakat kami baru 65 tahun bersentuhan dengan dunia luar. Padahal potensi alam…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…