BEI Suspensi Saham Sumber Energi Andalan

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) mulai sesi pertama perdagangan Kamis kemarin.

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (25/4). Kata Kadiv. Pengawasan Transaksi BEI, Irvan Susandy, penghentian sementara perdagangan saham ITMA akan dilakukan dipasar reguler dan pasar tunai.

Irvan menuturkan, adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham ITMA sebesar Rp11.575 atau 497,85% dari harga penutupan Rp2.325 pada tanggal 11 April 2013 menjadi Rp13.900 pada tanggal 24 April 2013 yang membuat saham ITMA terkena suspensi. Seperti diketahui, sebelumnya BEI telah mengawasi transaksi perdagangan saham ITMA terkait hal tersebut diatas pada tanggal 18 April 2013 lalu. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Optimalkan Pinjam Meminjam Efek - Tingkatkan Transaksi Saham

NERACA Jakarta – Optimalkan fasilitas pinjam meminjam efek dalam rangka meningkatkan transaksi saham di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia…

BEI Beri Edukasi Finalis Aban None Jakarta - Dorong Antusiasme Investor Muda

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan investor pasar modal dari kalangan anak muda terus dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan…

Tak Ikut Danai Akuisisi Saham Freeport, Kemana Peran Bank BUMN?

Oleh: Rezkiana Nisaputra Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) sudah memastikan, bahwa empat bank pelat merah tidak akan ikut membiayai proses…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BRPT Siapkan Belanja Modal US$ 1,19 Miliar

Dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi pabrik petrokimia sebesar 900 ribu ton menjadi 4,2 juta ton per tahun, PT Barito Pacific…

Gandeng Binar Academy - Telkomsel Edukasi Digital Anak Muda di Timur

NERACA Jakarta - Dalam rangka pemerataan dan menggejot partisipasi anak muda di kawasan Timur Indonesia dalam kompetisi The NextDev, Telkomsel…

Juli, Fast Food Baru Buka 6 Gerai Baru

Ekspansi bisnis PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) dalam membuka gerai baru terus agresif. Tercatat hingga Juli 2018, emiten restoran…