Profit Taking Berlanjut, IHSG Masih Terkoreksi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 17,084 poin (0,34%) ke level 4.994,523. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 2,837 poin (0,33%) ke level 847,824. Aksi ambil untung investor menjadi pemicu melemahnya indeks BEI. Alhasil, indeks BEI mulai menjauh dari level 5000.

Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, indeks BEI yang sudah menembus level 5000 menjadi aksi ambil untung investor, “Beberapa pelaku pasar mengambil posisi jual saham-saham unggulan sehingga menekan indeks BEI,\" katanya di Jakarta, Kamis (25/4).

Dia menambahkan, sentimen negatif dari eksternal yakni data manufaktur China serta data \"durable goods AS\" yang pada periode Maret lalu juga melemah menambah tekanan bagi indeks BEI.\"Turunnya \'durable goods\' mengindikasikan terjadi pelambatan terhadap manufaktur AS,\" paparnya.

Lanjutnya, bank sentral Eropa (ECB) juga mengindikasikan menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini pada pekan depan ketika mengumumkan suku bunga pada 2 Mei mendatang. Karena itu, indeks BEI Jum’at akhir pekan diproyeksikan akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan melemah di kisaran 4.970-5.011 poin.

Pada perdagangan kemarin, hanya saham-saham bank yang masih bisa menguat, terutama ditahan di zona hijau oleh rencana pembagian dividen. Saham-saham lapis dua di sektor aneka industri terkena koreksi hingga lebih dari empat persen.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 158.123 kali pada volume 6,698 miliar lembar saham senilai Rp 7,12 triliun. Sebanyak 100 saham naik, sisanya 151 saham turun, dan 114 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia mengakhiri perdagangan kamis kemarin dengan mixed cenderung menguat. Hanya bursa China yang masih melemah gara-gara pertumbuhan ekonominya yang melambat.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Surya TOTO (TOTO) naik Rp 900 ke Rp 8.400, Indofood CBP (ICBP) naik Rp 400 ke Rp 11.650, Panin Sekuritas (PANS) naik Rp 300 ke Rp 4.375, dan Lionmesh (LMSH) naik Rp 250 ke Rp 16.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 50.100, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 25.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 450 ke Rp 7.350, dan Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 400 ke Rp 6.100.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup turun 23,836 poin (0,48%) ke level 4.987,771. Sementara Indeks LQ45 melemah 5,101 poin (0,60%) ke level 845,560. Aksi ambil untung terjadi di saham-saham lapis dua yang kemarin sudah nik tinggi. Saham-saham unggulan masih ada yang menguat, menahan koreksi indeks tidak terlalu dalam. Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 92.780 kali pada volume 2,699 miliar lembar saham senilai Rp 3,468 triliun. Sebanyak 97 saham naik, sisanya 116 saham turun dan 113 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 400 ke Rp 83.700, (PANS) naik Rp 275 ke Rp 4.350, Lionmesh (LMSH) naik Rp 250 ke Rp 16.250, dan Multi Prima (LPIN) naik Rp 200 ke Rp 5.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 50.150, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 24.900, Sumber Alfaria (AMRT) turun Rp 400 ke Rp 6.100, dan Mayora (MYOR) turun Rp 350 ke Rp 29.650.

Diawal perdagangan, indeks BEI turun 9,10 poin atau 0,18% ke posisi 5.002,50. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 2,82 poin (0,27%) ke level 848,38, “IHSG BEI bergerak melemah seiring minimnya sentimen positif baru di pasar saham domestik,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan beberapa sektor saham yang pada perdagangan hari kemarin menguat cukup signifikan seperti perbankan dan konsumer akan cukup rawan terkena aksi ambil untung oleh investor hari ini.\"Meski demikian, penguatan harga komoditas dunia dan data produk domestik bruto (PDB) kuartal pertama 2013 Korea Selatan yang tumbuh 0,9% dapat memberikan sentimen ke pasar saham Asia termasuk indeks BEI,”jelasnya.

Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, aksi jual saham menyebabkan upaya kelanjutan penguatan indeks BEI menjadi sulit untuk sementara waktu. \"Tren indeks BEI diperkirakan masih relatif mendatar antara 4.940-5.026 poin,\" tandasnya.

Dirinya sempat merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan Kamis, diantaranya Salim Ivomas (SIMP), Energi Mega Persada (ENRG), Elnusa (ELSA), Ramayana Lestari (RALS). Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 59,73 poin (0,27%) ke level 22.242,78, indeks Nikkei-225 naik 22,38 poin (0,16%) ke level 13.865,84, Straits Times melemah 8,52 poin (0,26%) ke posisi 3.314,19. (bani)

Related posts