Jumlahnya Bisa di Atas 1 Juta - Pengaduan Nasabah Perbankan

NERACA

Denpasar - Bank Indonesia (BI) mengatakan jumlah pengaduan dari nasabah perbankan terkait layanan yang diberikan oleh perbankan bisa berpotensi mencapai lebih dari sejuta pengaduan hingga akhir 2013. Direktur Eksekutif Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan BI, H Yunnokusumo mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, jumlah pengaduan yang disampaikan nasabah kepada bank memang meningkat. Pada 2010, sebanyak 679.035 pengaduan. Kemudian meningkat di 2011 menjadi 853.892 pengaduan, dan tahun lalu meningkat lagi menjadi 884.454 pengaduan. \"Kalau melihat dari tahun ke tahun itu, memang trennya meningkat. Jadi ada kemungkinan (bakal menembus satu juta pengaduan),\" kata Yunnokusumo di Denpasar, Bali, kemarin.

Sedangkan untuk pengaduan yang diminta penyelesaiannya melalui mediasi perbankan kepada Departemen Investigasi dan Mediasi Perbankan (DIMP) Bank Indonesia juga meningkat dari 278 permohonan pada 2010 menjadi 510 permohonan dan pada 2012 meningkat menjadi 521 permohonan. \"Dari 521 permohonan itu, 100 diselesaikan melalui mediasi oleh BI, dan sisanya 421 kami kembalikan untuk diselesaikan dengan bank terkait,\" jelasnya. Namun dia menilai, peningkatan jumlah pengaduan tersebut jangan dipandang sebagai suatu hal yang negatif.

\"Ini justru bisa positif karena peningkatan kesadaran masyarakat yang meningkat. Kalau dulu mungkin mereka tidak tahu harus mengadu ke mana dan apa yang harus dilakukan, sekarang mereka sudah mengerti,\" kata Yunnokusumo. Dia juga menambahkan, pihaknya akan terus mengupayakan agar sengketa antara bank dan masabah ke depannya bisa diselesaikan di bank sehingga tidak perlu mediasi lagi dari BI. \"Kami mendorong sengketa bisa diselesaikan di bank, kalau nasabah tidak puas baru bisa ke BI,\" tukasnya. Selain itu, Yunnokusumo menyampaikan bahwa BI kembali menggelar pertemuan “Contact Person Perbankan” yang diadakan di Denpasar, Bali untuk meningkatkan kerja sama dengan bank-bank dalam penanganan pengaduan nasabah dan mediasi perbankan.

Pertemuan “Contact Person Perbankan” ini telah digelar di beberapa kota besar di Indonesia, dan yang terakhir di Medan, Sumatera Utara pada Maret 2013 lalu. \"Kami kembali menyelenggarakan acara ini untuk memberikan informasi mengenai perkembangan terkini penanganan pengaduan nasabah dan pelaksanaan mediasi perbankan,\" papar dia. Yunnokusumo mengatakan, pertemuan di Bali tersebut sedikit berbeda dari pertemuan-pertemuan di kota lain sebelumnya, di mana pertemuan itu akan berubah menjadi berbentuk lembaga. \"Yang di Denpasar ini mau kami lembagakan, supaya lebih terasa gaungnya dan juga makin akrab di masing-masing nasabah. Selain itu, di sini kantor cabang pembantunya besar,\" ungkap dia. Saat ini, ada 825 kantor cabang pembantu dari 49 bank umum dan 138 BPR yang terdapat di Bali. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

Bisa Ganggu Produksi Udang Nasional, KKP Tangkal Virus AHPND

NERACA Jakarta –  Virus acute hepatopancreatic necrosis disease (AHPND) sudah menyerang produksi udang di beberapa negara tetangga. Oleh karenanya, saat…

Dunia Usaha - Industri Hasil Tembakau Tercatat Serap 5,98 Juta Tenaga Kerja

NERACA Jakarta – Industri Hasil Tembakau (IHT) menjadi salah satu sektor manufaktur nasional yang strategis dan memiliki keterkaitan luas mulai…

Nutrisi Tepat Bisa Cegah Stunting

Debat Pilpres 2019 antara cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno membahas salah satu…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

KUR Diharapkan Optimalkan Potensi Perikanan Rakyat

    NERACA   Demak - Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) diharapkan bisa mengoptimalkan potensi perikanan rakyat yang peluangnya masih…

Bank DKI Dukung Sistem Pembayaran MRT Jakarta

    NERACA   Jakarta - Terus mendorong penerapan transaksi non tunai di DKI Jakarta, Bank DKI mendukung sistem pembayaran…

Transaksi Dagang Indonesia – Thailand Naik Empat Kali Lipat - Pakai Mata Uang Lokal

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan nilai perdagangan antara Republik Indonesia (RI) dan Thailand yang…