ayday Versi SP Panasonic Gobel

Mayday Versi SP Panasonic Gobel

Sejak 2009, Serikat Pekerja (SP) PT Panasonic Gobel selalu memperingati Mayday. Setiap tanggal 1 Mei, pihak manajemen selalu memberi kebebasan pada seluruh karyawannya untuk ikut memperingati Mayday.

“Kami selalu mengadakan acara memperingati Mayday dengan berbagi kegiatan yang dapt langsung dirasakan manfaatkan bagi karyawan dan keluarganya, maupun masyarakat sekitar,” kata Ketua Umum SP Panasonic Gobel Joko SP. Kepada Neraca, Joko menjelaskan, kegiatan tahun ini adalah mengadakan pekan olahraga dan kesenian (Porseni) dengan melibatkan sejumlah perusahaan besar lainnya.

Kegiatan lainnya adalah mengadakan donor darah, gerak jalan bagi seluruh karyawan dan keluarganya, membuka bazaar, maupun menggelar seminar bertajuk ‘Keuangan Keluarga, Mendorong Keluarga Pekerja Menjadi Wirausaha’. “Serikat kejerka bersama perusahaan juga memberikan penghargaan bagi karyawan yang berprestasi di berbagai bidang, olahraga, kesenian, dan sebagainya,” kata Joko.

Jika perngatan Mayday 2012 dipusatkan di kantor pusat di Gandaria, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, tahun ini dipindah ke pabrik di Cibitung. Tahun lalu, SP Panasonic Gobel juga mengadakan penanaman 1.500 pohon di kawasan Studio Alam, Depok. “Pada petinggi perusahaan juga ikut serta dalam kegiatan Mayday, termasuk Pak Rachmat Gobel,” ujarnya.

Apa kiat yang diterapkan SP Panasonic Gobel agar seluruh kegiatannya difasilitasi perusahaan? Joko menjelaskan, yang menjadi kunci adalah bagaimana serikat pekerja mampu meyakinkan perusahaan bahwa seluruh kegiatan bermanfaat bagi karyawan, keluarga, masyarakat sekitar, juga perusahaan.

Kuncinya adalah rasa saling percaya, baik SP dengan manajemen, dan SP dengan anggotanya. “Perusahaan tentu saja respek dengan kegiatan yang diadakan SP karena memang dapat memberikan kontribusi positif bagi perusahaan,” kata dia.

Ditanya tentang isu sentral di kalangan serikat pekerja, Joko pun membenarkan antara lain tiga topik besar, yaitu penghapusan upah murah dan outsourcing, serta jaminan sosial. Menurut Joko, secara normatif, SP juga terus mengontrol jalannya UU Nomor 12 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. “Kalau ada yang melenceng ya langsung kita pihak manajemen, deemikian sebaliknya,” kata dia.

Momentum KKB

Sementara itu, Joko juga menjelaskan, SP Panasonic Gobel termasuk satu-satunya serikat pekerja yang berhasil menandatangani naskah Kesepakatan Kerja Bersama (KKB). KKB Panasonic Gobel ditandatangani 1986, persis setahun diterbitkannya Peraturan tentang KKB pada 1985. “Bagi kami, KKB adalah parameter untuk mengukur tingkat produktivitas pekerja dan pengusaha. Eksistensi serikat pekerja itu diukur dengan ada tidaknya KKB,” kata Joko.

Dalam KKB, kata Joko, selalu memuat seluruh ketentuan hubungan kerja, termasuk status karyawan, besaran gaji berdasarkan golongan, fasilitas kerja, hingga ketentuan tentang pemutusan hubungan kerja (PKB) berikut besaran pesangonnya. “Selama 40 tahun keberadaan SP ini, yang paling penting adalah bagaimana saling menjadi kepercayaan masing-masing,” kata dia. (saksono)

Related posts