Berikan Pendidikan Lingkungan Hidup Sejak Dini - Pemanasan Global Meningkat

Persoalan lingkungan hudup saat ini kembali menjadi sorotan. Perhatian dunia tehadap persoalan lingkungan ini terkait dengan meningkatnya gas rumah kaca yang berdampak kepada meningkatnya pemanasan global yang mempengaruhi perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi.

Hal yang paling penting dan signifikan dalam rangka mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan adalah melakukan penyadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat. Dalam rangka membentuk manusia yang beradab dan berkesadaran lingkungan, pendidikan lingkungan hidup sejak dini dipandang sebagai alat strategis-ideologis.

Dari sini, pendidikan lingkungan hidup dapat difahami sebagai upaya membentuk perilaku dan sikap serta bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran tentang nilai-nilai lingkungan, dan isu permasalahan lingkungan. Seperti yang dilakukan oleh puluhan siswa dari Sekolah Dasar (SD) Semen Gresik, Jawa Timur ketika memperingati perayaan Hari Bumi.

Inti yang ingin dipetik dari pendidikan lingkungan dalam aksi membuat replika atau tiruan bumi dari ribuan botol plastik bekas air mineral ini adalah agar para siswa mengenal lebih dalam arti penting yang namanya lingkungan hidup, permasalahan lingkungan hidup, belajar untuk mengetahui dan merefleksikan diri bagi lingkungan hidup dibumi.

Guru kesenian dan keterampilan SD Semen Gresik, Thomas A Cipto mengatakan, pembuatan replika bumi dari 2.300 botol plastik yang dikumpulkan sejak sebulan lalu itu bertujuan untuk memberikan pelajaran mengenai pelestarian lingkungan. Dipilihnya botol plastik bekas sebagai bahan dasar pembuatan replika bumi karena botol plastik termasuk kategori limbah yang sulit bisa diurai oleh tanah.

\"Para siswa kami ajari agar tidak membuang sampah bekas air mineral di sembarang tempat. Dengan memanfaatkan sampah plastik untuk mengasah kreatifitas siswa, kami berharap dapat menumbuhkan rasa cinta lingkungan sejak usia dini pada siswa,” ujar dia.

Asyiknya para siswa berkumpul dan beraktivitas dalam pelestarian lingkungan dituangkan dalam bentuk aksi membuat replika atau tiruan bumi dari ribuan botol plastik bekas air mineral. Terlihat jelas bahwa setiap kegiatan yang dilakukan mencerminkan kerinduan para siswa akan lingkungan yang sehat dan lestari.

Jika siswa dari SD Semen Gresik, Jawa Timur memperingati perayaan Hari Bumi dengan membuat replika bumi daribotol plastik bekas, siswa SDN Surayakencana CBM Kota Sukabumi membagikan ribuan bibit pohon kepada masyarakat. Aksi ini untuk mengajak masyarakat agar gemar menanam.

Sedangkan siswa SD Islamic International School (IIC) menggelar aksi teatrikal dan membentangkan sejumlah poster berisi ajakan peduli bumi di perempatan Jalan Doho Kota Kediri. Didampingi oleh guru-gurunya, para siswa asal Desa Gringging, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri ini meneriakkan yel-yel menyelamatkan bumi saat lampu traffick light menyala merah.

Selain membentangakan poster di tengah jalan pada saat lampu merah menyala, mereka juga membagi-bagikan pin ajakan untuk mencintai bumi. Uniknya, dari kegiatan ini, ada tiga anak menggunakan busana yakni baju uang, baju sampah dan replika bola dunia yang diangkat sebagai gambaran eksploitasi bumi demi keuntungan finansial kelompok orang tertentu.

Related posts