Matahari Putra Prima Bagikan Dividen Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menyetujui pembagian dividen senilai Rp1 triliun atau Rp186 per saham. Angka tersebut mewakili 35,7% dari akumulasi laba ditahan perseroan di akhir tahun 2012 sebesar Rp2,8 triliun. “Perseroan telah menyetujui dividen kas final sebesar Rp1 triliun atau Rp186 per saham. Detil dan tanggal pembayaran dividen akan diumumkan lebih lanjut,” kata Direktur MPPA, Danny Kojongian di Jakarta, Rabu (24/4).

Menurutnya, dengan dividen sebesar Rp1 triliun ini, tidak hanya akan memberikan nilai tambah kepada para pemegang sahamnya, namun juga menunjukkan komitmen perseroan atas pembayaran dividen secara berkelanjutan. Sementara untuk akumulasi laba ditahan, termasuk laba bersih setelah pajak perseroan pada tahun 2012, yaitu sebesar Rp239 miliar.

Untuk meningkatkan kinerja perseroan ke depan, lanjut dia, perseroan akan melanjutkan ekspansi Hypermart secara pruden melalui rencana ekspansi agresif dengan pembukaan 20 gerai baru pada 2013. Rencananya, ekspansi pembukaan gerai akan menyasar wilayah-wilayah Indonesia yang cukup potensial, antara lain di kota-kota di luar pulau Jawa dan kawasan timur Indonesia.

Head of Corporate Communication MPPA Fernando Repi pernah mengatakan, investasi untuk setiap gerai bisa mencapai Rp40 miliar. Salah satu gerai baru, yaitu pembukaan gerai di Palembang. Gerai tersebut menjadi gerai ke 82 Hypermart dengan luas 5000m2 dengan dana sekitar Rp30 miliar.

Sepanjang tahun lalu, kata dia, perusahaan hanya membuka 17 gerai baru Hypermart. Namun sampai akhir tahun 2012, perseroan mencatat telah memiliki total 80 gerai Hypermart. Perseroan juga akan memperbanyak gerai supermarket Foodmart, serta specialty store kecantikan dan kesehatan, Boston. Hingga akhir tahun lalu, perusahaan sudah mengoperasikan 28 gerai Foodmart dan 79 gerai Boston. “Total jumlah gerai hingga akhir 2012 lalu untuk Hypermart 80 gerai, Foodmart 29 gerai, Timezone 98 gerai, Boston 78 gerai,” ujarnya.

Jual Saham Ke Temasek

Sementara itu, salah satu aksi korporasi yang dilakukan perseroan yaitu dengan melakukan transaksi penjualan 26,1% saham di PT Matahari Putra Prima Tbk senilai Rp2,9 triliun oleh induk usahanya PT Multipolar Tbk kepada perusahaan investasi pemerintah Singapura Temasek Holding. Hal ini dinilai dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan ritel tersebut.

Hal tersebut seperti yang diungkapkan Corporate Secretary Matahari Putra Prima Lina Latif belum lama ini. Dengan pembelian exchangeable rights oleh Anderson lnvestment Pte.Ltd (Anderson) akan meningkatkan rating investasi dengan masuknya perusahaan global yang dikendalikan pemerintah Singapura tersebut.

Langkah ini juga diharapkan dapat membentuk tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Selain itu, perusahaan pemilik gerai Hypermart tersebut diharapkan mendapat dukungan dari Temasek untuk akses terhadap institusi keuangan global. Di tahun ini perseroan juga berencana untuk melanjutkan dan menuntaskan hal yang telah disampaikan sebelumnya, termasuk mendivestasi aset non inti senilai Rp3,2 triliun kepada induk usaha perseroan Multipolar, dan membagikan special dividend kepada pemegang saham.

Sepanjang tahun lalu perseroan mencatatkan nilai penjualan bersih menjadi Rp10,9 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp8,9 triliun. Sementara laba usaha juga mengalami peningkatan dari Rp101 miliar menjadi Rp312 miliar di akhir tahun lalu. (lia)

Related posts