Lama Disuspensi, Saham GMTD Kembali Diperdagangkan

NERACA

Jakarta -PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperdagangkan saham PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD) pada perdagangan saham Rabu kemarin, setelah sebelumnya disuspensi pada 18 Februari 2011.

Informasi tersebut disampaikan BEI dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (24/4). Disebutkan, pembukaan suspensi itu dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai mulai sesi pertama perdagangan saham kemarin.

Suspensi dilakukan BEI karena adanya kenaikan harga signifikan sebesar Rp440 atau 220% dari harga penutupan Rp220 pada 9 Februari 2011 menjadi Rp660 pada 17 Februari 2011. Oleh karena itu BEI menghentikan sementara perdagangan saham GMTD. Tercatat perdagangan saham perseroan kemarin berada di level Rp660 per saham.

Capitalinc Masuk UMA

Selain itu, BEI juga memasukkan saham PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) dalam unsusual market activity (UMA) pada perdagangan saham Rabu (24/4). Saham MTFN masuk UMA sehubungan telah terjadinya peningkatan harga saham MTFN yang di luar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya.

Pihak BEI telah meminta konfirmasi kepada perusahaan tercatat pada 22 April 2013. Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham MTFN tersebut, bursa saat ini sedang mencermati perkembangan harga dan aktivitas transaksi tahun ini.

Oleh karena itu, para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana aksi korporasi perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di pasar modal. Pada perdagangan saham hari ini, saham MTFN bergerak di level Rp335 per saham dengan volume 1.415.500. Saham sempat mencapai level terendah Rp191 per saham dan tertinggi Rp410 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Divestasi Leo Resouces dan Lion Nickel - Leo Investment Minta Restu Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Lantaran tidak melakukan penjualan hingga menyebabkan kesulitan keuangan dalam dua tahun belakangan, mendorong PT Leo Investment Tbk…

Mansek Unggulkan Saham Sektor Manufaktur

NERACA Jakarta- PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan sektor manufaktur memiliki prospek paling positif tahun ini. Hal ini didasarkan beralihnya fokus ekonomi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transaksi Saham di Sumut Masuk 10 Besar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Utara (Sumut) mengungkapkan, transaksi investor pasar modal di Sumut masuk 10 besar nasional…

IPCC Serap Dana IPO Rp 525,28 Miliar

Sejak mencatatkan saham perdananya di pasar modal tahun kemarin, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk. (IPCC) telah memakai dana penawaran umum…

Armada Berjaya Bidik Dana IPO Rp39 Miliar

Satu lagi perusahaan yang bakal IPO di kuartal pertama tahun ini adalah PT Armada Berjaya Trans Tbk. Perusahaan yang bergerak…