Saham Lapis Dua Janjikan Keuntungan - Berorientasi Domestik

NERACA

Jakarta- Di tengah volatilitas pasar yang dipicu berbagai sentimen, baik global maupun dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan berada pada rentang support 4832-4895 dan resisten di level 5036-5043.

Tidak hanya saham-saham blue chip, beberapa saham lapis dua yang berorientasi domestik dinilai akan dapat menguntungkan investor, “Beberapa saham second liner yang cukup menarik adalah PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), dan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA).” kata Analis Saham Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (24/4).

Menurutnya, sejumlah saham tersebut masih memiliki prospek cerah ke depan karena berorientasi domestik. Oleh karena itu, kinerjanya tidak banyak terpengaruh oleh sentimen global. PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) misalnya, sepanjang tahun 2012, mencatatkan laba bersih Rp424 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp378 miliar seiring terjadinya peningkatan penjualan.

Penjualan pada tahun lalu tercatat mencapai Rp5,7 triliun atau naik sebesar 12,1% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp5,09 triliun. Sementara PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 174,7% dari tahun lalu menjadi Rp 707,3 miliar.

Pencapaian tersebut ditopang kenaikan pendapatan usaha sebesar 24% atau menjadi Rp 3,6 trilun, dari sebelumnya sebesar Rp 2,9 trilun. Sentimen positif lainnya yang disebut-sebut akan menjadi pemicu investor mengkoleksi saham ini adalah rencana perseroan yang mendivestasi anak usahanya yang bergerak di bidang infrastruktur, PT Nusa Raya Cipta (NRC).

Adapun PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), juga dinilai memiliki pertumbuhan yang masih positif, terlebih dengan adanya komitmen perseroan untuk meningkatkan kinerja perseroan ke depan. Dari target laba bersih sekitar Rp212 miliar di tahun 2012, hingga kuartal ketiga perseroan meraih laba bersih sekitar Rp195 miliar.

Untuk memperluas lahan kelapa sawitnya di 2013, AISA akan mengakuisisi sejumlah lahan, antara lain dari dana yang dialokasikan dalam belanja modal perseroan sebesar Rp808,9 miliar pada tahun ini. Komposisinya, dari total dana tersebut sekitar Rp369,5 miliar akan digunakan untuk membangun rice mill, Rp303 miliar untuk perluasan lahan dan menambah food line production sebesar Rp136,4 miliar.

Selain berorientasi domestik, lanjut Reza mereka memiliki rasio harga saham per pendapatan (price to earing ratio/PER) lebih rendah dibanding industri sejenisnya. “Misalnya AISA memiliki PER 17,40 x, INDF 20,53 x, sedang ICBP 29,56 x.” ujarnya.

Dari perkembangan kinerja saham yang dicatatkan, dia menargetkan saham RALS akan mampu berada di level 1550, SSIA di 1650, dan AISA di level 1350. Namun, dengan IHSG yang diproyeksikan akan berpeluang konsolidasi, Reza menyarankan agar pelaku pasar menerapkan trading jangka pendek untuk sejumlah saham tersebut. “Sementara untuk jangka pendek karena IHSG lepas dari bulan April ini akan berpeluang konsolidasi.” pungkasnya.

Related posts