Kuartal I, Pendapatan Astra Turun Jadi Rp 4,3 Triliun - Banyak Sentimen Negatif

NERACA

Jakarta – Dikuartal pertama tahun 2013, PT Astra International Tbk (ASII) membukukan laba bersih turun 7% menjadi Rp4,3 triliun dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya Rp4,6 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (24/4).

Menurut Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, dalam jangka pendek keuntungan Astra akan dipengaruhi oleh kenaikan biaya tenaga kerja, melemahnya harga komoditas, persaingan di industri otomotif serta dampak dari peraturan uang muka minimum pada pembiayaan otomotif syariah.

Kendatipun demikian, dirinya menyakini, prospek ekonomi Indonesia tetap positif. Selain itu, Astra Internasional juga membukukan pendapatan naik 1% menjadi Rp46,7 triliun pada kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp46,4 triliun.

Beban pokok pendapatan perseroan naik menjadi Rp38,57 triliun hingga kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp37,92 triliun. Laba bruto perseroan turun menjadi Rp8,10 triliun hingga kuartal pertama 2013 dari periode sama tahun sebelumnya Rp8,43 triliun.

Sementara laba bersih per saham turun 7% menjadi Rp106 per saham pada kuartal pertama 2013. Kemudian total liabilitas perseroan naik menjadi Rp93,89 triliun pada 31 Maret 2013 dari posisi 31 Desember 2012 sebesar Rp92,46 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp93,77 triliun pada 31 Maret 2013 dari posisi 31 Desember 2012 sebesar Rp89,81 triliun.

Tercatat kas dan setara kas perseroan naik menjadi Rp11,76 triliun pada 31 Maret 2013 dari posisi 31 Desember 2012 sebesar Rp11,05 triliun. Sedangkan perdagangan saham perseroan Rabu kemarin,ditutup naik 0,64% ke level Rp7.800 per saham. (bani)

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

Saat Ini Momentum Tepat Starup Go Public

Maraknya beberapa perusahaan starup yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal, menjadi sentimen positif bagi perusahaan starup lainnya untuk mengikuti…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…