Kembali Tembus Level 5000, IHSG Masih Kokoh

NERACA

Jakarta – Derasnya aksi beli investor ditambah menguatnya bursa regional menjadi pemicu menguatnya indeks BEI 36 poin. Mengakhiri perdagangan Rabu sore kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 36,277 poin (0,73%) ke level 5.011,607. Sementara Indeks LQ45 menguat 7,686 poin (0,91%) ke level 850,661.

Menurut analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, menguatnya indeks BEI dipicu menguatnya bursa saham Asia, “IHSG BEI ditutup menguat signifikan didorong oleh menguatnya bursa saham Asia. Selain itu kinerja emiten domestik yang diekspektasikan positif jga menambah sentimen positif,\" katanya di Jakarta, Rabu (24/4).

Dia menambahkan, bursa AS dan Eropa juga bergerak menguat di atas satu persen, penguatan itu juga disebabkan oleh laporan keuangan perusahaan yang bagus, data penjualan rumah di AS, dan spekulasi bank sentral Eropa (ECB) akan memotong suku bunga.

Oleh karena itu, dirinya memproyeksikan IHSG BEI Kamis akan bergerak berfluktuasi dengan kecenderungan menguat melanjutkan kenaikan di kisaran 4.999-5.029 poin. Saham-saham yang layak dikoleksi adalah Gudang Garam (GGRM), Semen Indonesia (SMGR), Gajah Tunggal (GJTL), Ace Hardware Indonesia (ACES).

Asal tahu saja, indeks BEI sama sekali tidak menyentuh zona merah sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan kemarin. Aksi beli investor berhasil mempertahankan indeks di zona hijau. Sentimen dari menguatnya Wall Street kemarin juga bursa-bursa regional merangsang aksi beli investor lokal dan asing. Saham-saham berbasis konsumer jadi primadona perdagangan kali ini.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 141.145 kali pada volume 4,273 miliar lembar saham senilai Rp 5,594 triliun. Sebanyak 152 saham naik, sisanya 112 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Tercatat pada perdagangan kemarin, penguatan bursa-bursa di Asia semakin kencang, bahkan bursa Jepang melonjak hingga lebih dari dua persen gara-gara pelemahan nilai tukar yen terhadap dolar AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 2.300 ke Rp 13.900, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.850 ke Rp 50.950, Indocement (INTP) naik Rp 450 ke Rp 25.550, dan Matahari (LPPF) naik Rp 350 ke Rp 12.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 83.300, Asahimas (AMFG) turun Rp 300 ke Rp 8.400, Harum Energy (HRUM) turun Rp 175 ke Rp 4.500, dan Siantar (STTP) naik Rp 170 ke Rp 1.080.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik 17,167 poin (0,35%) ke level 4.992,497. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,307 poin (0,39%) ke level 846,282. Seluruh sektor industri di lantai bursa pun kompak menguat, dipimpin oleh sektor konsumer. Aksi beli banyak dilakukan oleh investor asing.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 78.505 kali pada volume 1,981 miliar lembar saham senilai Rp 2,707 triliun. Sebanyak 136 saham naik, sisanya 92 saham turun, dan 106 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 2.200 ke Rp 13.800, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.500 ke Rp 50.600, Matahari (LPPF) naik Rp 300 ke Rp 11.950, dan Fastfood (FAST) naik Rp 300 ke Rp 12.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mayora (MYOR) turun Rp 950 ke Rp 29.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 83.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 250 ke Rp 18.300, dan Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 17.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 18,89 poin didorong menguatnya kembali saham-saham domestik. IHSG BEI dibuka naik 18,89 poin atau 0,38% ke posisi 4.992,22. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 4,73 poin (0,56%) ke level 847,71.

Kata analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias, IHSG BEI mengalami penguatan secara teknikal didorong beberapa sektor saham di dalam negeri yang kemarin melemah signifikan kembali naik seperti properti, perbankan dan minyak sawit mentah (CPO).

Selain itu, lanjut dia, penguatan indeks BEI juga didorong dari bursa saham kawasan Asia yang mayoritas juga berada di area positif, “Diperkirakan indeks BEI dapat menyentuh level 5.000 poin,”katanya.

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia mengatakan secara teknikal indeks BEI pada hari Rabu akan bergerak berfluktuasi di kisaran 4.954-4.993 poin, “Data mengenai kepercayaan konsumen di AS yang diperkirakan mengalami kenaikann dari periode sebelumnya akan memberikan sentimen tambahan terhadap pergerakan indeks di kawasan Asia,\"ujarnya.

Dia mengemukakan saham-saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan Rabu ini secara teknikal yakni United Tractor (UNTR), Indo Tambangraya Megah (ITMG), Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP), Erajaya Swasembada (ERAA).

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 212,89 poin (0,98%) ke level 21.019,50, indeks Nikkei-225 naik 172,10 poin (1,27%) ke level 13.701,75, Straits Times melemah 2,14 poin (0,07%) ke posisi 3.282,21. (bani)

Related posts