Penjualan Motor Diperkirakan Makin Kinclong - Dampak Kenaikan Harga BBM

Penjualan kendaraan roda dua tahun ini diperkirakan akan semakin menarik, sebab kenaikan harga BBM yang akan segera diberlakukan hanya untuk kendaraan roda empat saja.

NERACA

Sejumlah produsen mobil resah dengan rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi sebesar Rp 6.500 pada 1 Mei 2013. Kenaikan ini dapat menggangu penjualan mobil karena akan memicu peralihan pengguna roda empat ke roda dua. Namun kenaikan BBM bakal menguntungkan penjualan motor tahun ini.

Pengamat otomotif, Suhari Sargo menganggap, sangat memungkinkan terjadinya pengalihan pengguna mobil ke sepeda motor. Namun ia belum bisa menghitung berapa besar kenaikan sepeda motor nanti. “Penjualan mobil otomatis akan terganggu, tapi itu tidak lama, dan akan kembali normal,” kata Suhari.

Menurutnya, produsen mobil tidakperlu khawatir, karena tujuan kenaikan BBM itu sebenarnya sangat positif. Selain untuk menekan volume mobil, kenaikan BBM dapat mengurangi kemacetan. “Kenaikan BBM tidak menyurutkan orang membeli mobil pribadi. Selain karena kebutuhan, juga karena hobi, sehingga tren masyarakat membeli kendaraan baru tetap tinggi, meski di kota-kota besar mengalami kemacetan,” ujarnya.

Sedangkan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM), Johnny Darmawan menyatakan, kenaikan BBM makin memperburuk penjualan mobil tahun ini. “Seperti yang terjadi pada tahun 2005, penjualan menurun hingga 40 persen selama empat bulan. Semoga kenaikan BBM ini dampaknya tidak lama, dan bisa kembali normal,” kata Johnny di Jakarta.

Namun demikian, pihaknya mendukung rencana kenaikan BBM, dibandingkan dengan melakukan pembatasan dan pengendalian minyak. “Kenaikan ini tidak bisa dihindari, walaupun memiliki dampak tidak langsung, tapi saya mendukung kenaikan tersebut, dari pada pembatasan BBM,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2 Wheels, Yohan Yahya mengatakan, jumlah pengguna mobil atau yang mau membeli mobil dapat dihitung, seiring kenaikan harga BBM.“Pilihannya, mau beralih ke angkutan umum atau memilih sepeda motor,” ujar Yohan.

Meski begitu, dia tidak mau berspekulasi berapa besaran pengguna mobil yang akan hijrah ke roda dua. “Peralihan kendaraan pasti terjadi dan penjualan mobil bakal terganggu,” terangnya.

Gaikindo Resah

Kenaikan harga BBM merupakan hal yang harus diterima dan tidak bisa dihindari saat ini. Dan tiap kenaikan harga BBM pasti mempengaruhi penurunan penjualan mobil seperti tahun 2005 silam. \"Ya memang seperti itu kenyataannya,\" ungkapnya Ketua Gaikindo, Jongkie D Sugiarto.

Selain itu, dirinya masih menyatakan optimisme jika tahun ini pasar Indonesia masih dapat menyerap angka penjualan mobil sebesar 1,1 juta unit seperti tahun lalu. Pihaknya masih optimis penjualan akan stabil karena income perkapita masyarakat Indonesia yang telah mencapai 3.800 Dollar Amerika. \"Selain itu, karena didukung pertumbuhan ekonomi dan suku bunga sebesar 5,75% yang stabil membuat pasar mobil tetap berjalan,” tutupnya.

Penjualan mobil di Indonesia tahun 2012 memang boleh dibilang fenomenal dengan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Ada 1.116.230 unit mobil habis terjual sepanjang tahun lalu. Angka penjualan terbesar disumbang Toyota Avanza yang masih menjadi mobil paling laris dengan 192.146 unit. Pun begitu segmen MPV secara keseluruhan tetap mobil yang paling diminati masyarakat Indonesia.

Paling menarik, segmen mobil pickup bisa menembus urutan 5 besar, sebagaimana ditunjukkan Suzuki Carry MT PU, yang terjual sebanyak 43.926 unit, begitu juga dengan Gran Max PU yang terjual 37.948 unit di peringkat lima.

Pencapain Penjualan Motor

Penjualan sepeda motor pada 2013 diyakini hanya mencapai 6,3 juta unit akibat diberlakukannya kebijakan penaikan uang muka minimum kredit kendaraan bermotor syariah dan lemahnya harga komoditas di berbagai daerah.

Gunadi Shinduwinata, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), mengatakan dampak penaikan down payment (DP) kredit syariah akan lebih besar dibandingkan kredit konvensional pada tahun lalu. “Dampaknya akan lebih besar karena pemberlakuan kebijakan tersebut dilakukan lebih awal yakni pada April tahun ini, sementara DP biasa diberlakukannya pada Juni tahun lalu,” ujarnya.

Dia menjelaskan masyarakat kemungkinan akan lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan pokok daripada membeli sepeda motor dengan uang muka minimum yang mencapai Rp3,5 juta untuk tipe sepeda motor di kisaran harga Rp12 juta.

Selain itu, DP syariah merupakan penolong utama pasar sepeda motor pada tahun lalu dapat menembus penjualan 7 juta unit yang sebelumnya diproyeksikan hanya dapat berada di bawah angka tersebut. “DP Syariah itu membantu para konsumen yang tidak sanggup membayar DP biasa. Kalau DP syariah juga ikut dinaikkan, sudah tidak ada penolong lagi,” katanya.

Sedangkan sepeda motor terbaru menggunakan teknologi mesin yang efisien konsumsi bahan bakar, sehingga pembatasan BBM bersubsidi maupun penaikan harganya relatif kecil imbasnya terhadap realisasi penjulan kendaraan roda dua tersebut.

Apalagi, lanjutnya, selama ini pemerintah kurang tegas dalam menetapkan kebijakan terkait BBM bersubsidi, dengan terus mewacanakan rencana pembatasan konsumsi, panaikan harga maupun penghapusan subsidinya.

Related posts