PTBA Catatkan Penjualan Tumbuh 17%

NERACA

Jakarta—Di kuartal pertama tahun ini, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat pertumbuhan penjualan batubara sekitar 17% menjadi 4,51 juta ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,85 juta ton.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (23/4). Direktur Utama PTBA, Milawarna mengatakan, angka realisasi penjualan tersebut hampir mencapai target perusahaan kuartal I, yakni 4,60 juta ton atau 99%.

Menurutnya, perseroan optimistis mencapai target sepanjang tahun ini, yakni 20,68 juta ton atau 35% dari realisasi tahun lalu 15,3 juta ton. Target tersebut didukung oleh peningkatan volume angkutan batubara dari lokasi tambang di Tanjung Enim menuju Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan Dermaga Kertapati di Palembang dan PT Kereta Api.

Sebagai informasi, PT KAI tahun ini akan mendatangkan 44 lokomotif baru, 20 lokomotif sudah datang dan sisanya akan datang sebelum akhir semester ini. Awal Mei 2013, dijadwalkan tiba lagi 230 gerbong baru. Sementara itu, 300 gerbong baru sudah tiba tahun lalu.

Adanya tambahan 44 lokomotif baru yang mulai beroperasi Juli 2013, maka total armada angkutan batubara PTBA oleh PT KA dari Tanjung Enim menuju Pelabuhan Tarahan menjadi 88 unit lokomotif dan 2.472 unit gerbong kereta api batubara, termasuk 230 gerbong baru yang akan datang Mei mendatang.

Volume penjualan PTBA juga ditopang oleh produksi anak perusahaan, yakni PT IPC di Kalimantan Timur sekitar 1 juta, dan pembelian batubara dari pihak ketiga sekitar 2,95 juta ton oleh PT Bukit Asam Prima dan PT IPC.\"Dengan demikian, target tahun ini sekitar 20,68 juta ton optimistis bisa dicapai,\" kata Milawarna.

Selain menambah armada, PT KAI juga membangun jalur double track antara Tanjung Enim dan Prabumulih sepanjang 80 kilometer, jalur yang harus dilewati kereta api menuju Pelabuhan Tarahan dan Dermaga Kertapati. Jalur double track ini akan mengurangi masa tempuh sekitar 20%.

Untuk rute Tanjung Enim – Pelabuhan Tarahan misalnya dari saat ini 36 jam akan berkurang menjadi 28-29 jam, dan rute Tanjung Enim Pelabuhan Kertapati dari sebelumnya 12 jam berkurang menjadi 9-10 jam.

Dengan adanya penambahan armada kereta api dan pembangunan jalur double track ini, diyakini komitmen PT KA untuk mengangkut 22,7 juta ton batubara mulai tahun 2014 sudah akan terpenuhi.

Sementara itu, untuk mengimbangi peningkatan kapasitas angkutan kereta api menuju Pelabuhan Tarahan, PTBA juga meningkatkan kapasitas batubara mulai akhir tahun 2013 menjadi 25 juta ton per tahun dari sebelumnya 13 juta ton per tahun. Untuk mendukung operasional pelabuhan, PTBA akan menyelesaikan pembangunan PLTU 2 x 8 MW untuk pemakaian sendiri pada Triwulan III tahun ini.

Kapasitas sandar kapal juga ditingkatkan dari sebelumnya hanya dapat menampung satu unit kapal ukuran maksimum 80.000 DWT (Panamax) menjadi sekaligus dapat disandari dua kapal sekaligus, masing-masing satu kapal ukuran Panamax dan satu lagi kapal ukuran Capsize (150.000 DWT). (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Tetapkan Hasil Penjualan SBR004 Rp7,3 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004 sebesar Rp7,3 triliun dengan…

Adira Insurance Optimis Asuransi Motor Roda Dua Tumbuh

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) optimis bisnis asuransi kendaraan bermotor roda dua…

Ekspor Kakao Diproyeksikan Tumbuh Hingga 10% - Permintaan Tinggi

      NERACA   Jakarta – Di tengah pesimisme sebagian pengusaha sektor perkebunan akan kinerja ekspor pada penghujung tahun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…