BII Bidik Dana Rp 1,5 Triliun Dari Right Issue - Tren Right Issue Meningkat

NERACA

Jakarta–Tahun ini tidak hanya tren pemecahan nilai saham atau stock split yang sedang ramai, tetapi juga penawaran saham umum terbatas juga marak dilakukan emiten pasar modal. Salah satunya, PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) berencana melakukan right issue pada Juni tahun ini. Aksi korporasi ini dilakukan guna memperoleh dana segar, sehingga struktur permodalan BII nantinya diharapkan berada dilevel 14%.

Direktur Utama BII Dato’ Khairussaleh Ramli mengatakan, BII memang memiliki rencana untuk melakukan right issue tahun ini, “Dari aksi itu, BII berharap mendapatkan dana segar sebesar Rp1,5 triliun. Dana tersebut nantinya akan mampu mendongkrak naik struktur permodalan BII,”katanya di Jakarta kemarin.

Dia menyebutkan, target dana yang dihimpun dari penerbitan right issue sebesar Rp1,5 triliun. Kata Dato, rencana BII melakukan Right Issue sudah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dalam RUPSLB, “Kami belum bisa sampaikan jumlah saham yang akan dilepas dalam pelaksanaan Right Issue tersebut. Tapi, kami mengincar dana sebesar Rp1,5 triliun dari Right Issue yang akan dilaksanakan pada Juni nanti. Kami akan gelar RUPSLB kembali guna menentukan jumlah saham yang akan dilepas, rasionya, dan menentukan underwriter-nya,”ujarnya.

Dia menambahkan, dengan adanya Right Issue tersebut Rasio Kecukupan Modal (CAR) BII akan meningkat menjadi 14% dari saat ini yang sebesar 12,8%. “Adanya Right Issue nanti, CAR BII akan meningkat ke posisi 14%,”ungkapnya.

Sebelumnya, ada PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) yang juga akan right issue. Disebutkan, jumlah saham yang akan diterbitkan sebanyak 1.400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100, dimana setiap pemegang 100 saham lama yang namanya terdaftar dalam pemegang saham hingga 29 April 2013, memiliki 20-40 HMETD untuk membeli saham baru.

Harga penawaran saham baru sebesar Rp2.200-3.400 per lembar sehingga jumlah dana maksimal yang bisa dirah sebesar Rp3,1 triliun. Cum dan ex di pasar reguler 24 April -25 April 2013 dan di pasar tunai 29-30 April 2013. Masa perdagangan diperkirakan pada 1-7 Mei 2013.

Rencananya, dana hasil penawaran PUT I ini sebesar 74% digunakan untuk melakukan pembayaran sebagian utang bank perseroan dan 26% digunakan untuk pengembangan usaha dalam bentuk penyertaan di anak perusahaan.

Kemudian ada PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bakal rights issue dengan melepas sekitar 30% saham baru dengan target perolehan dana sebesar Rp 2 triliun. Perseroan sendiri berharap pelaksanaan rights issue bisa di gelar tahun ini. Nantinya, dana hasil rights rights issue akan digunakan untuk membiayai belanja modal tahun ini sekitar Rp 700 miliar. Dana itu juga dialokasikan untuk membiayai pembangunan monorel sekitar Rp 1,2 triliun. (bani)

BERITA TERKAIT

APP Sinar Mas Dukung Pemprov DKI - Bebaskan Jakarta dari Praktik BAB Sembarangan

Meskipun di Ibu Kota Jakarta yang terkesan maju, kesadaran lingkungan tinggi, namun tingkat prilaku buang air besar (BAB) sembarang masih…

Kembangkan Inftastruktur dan SDM - Rifan Financindo Bidik Transaksi 1,5 Juta Lot

NERACA Jakarta – Sukses mencatatkan performance kinerja yang positif di tahun 2018 kemarin, menjadi alasan bagi PT Rifan Financindo Berjangka…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…