Industri Pasar Modal Masih Tetap Likuid - Indeks BEI Tumbuh Signifikan

NERACA

Jakarta –Melesatnya pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia hingga tembus level 5000 poin, menjadi cerminan bila industri pasar modal dalam negeri masih positif dan bahkan menjanjikan, “Kondisi pasar modal yang baik diharapkan jumlah perusahaan melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) lebih besar. Sementara ini ada 20 perusahaan masuk dalam \'pipeline\' IPO,\"kata Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad di Jakarta, Selasa (23/4).

Menurutnya, dengan bertambahnya jumlah perusahaan yang tercatat di BEI akan membuat pasar modal Indonesia lebih ramai sehingga nilai kapitalisasi Bursa terus meningkat. Kemudian tantangannya, adalah bagaimana OJK menjamin kondisi pasar uang tetap kredibel serta pengawasan juga lebi baik.

Muliaman juga mengatakan kinerja emiten domestik yang positif juga merupakan salah satu katalis indeks BEI mengalami pertumbuhan yang signifikan hingga menembus level 5.000 poin,”Investor merasa percaya diri terhadap perfoma emiten di pasar modal, kinerja emiten sangat penting bagi pertumbuhan pasar modal,\" ujarnya.

Dia mengatakan, OJK bersama otoritas Bursa juga terus melakukan edukasi terhadap perusahaan yang memiliki potensi untuk melakukan IPO maupun masyarakat untuk menginvestasikan dananya di pasar modal Indonesia.\"Edukasi kita lakukan seperti ke perbankan kelas menengah, anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk melakukan IPO. Intinya pasar modal Indonesia tidak hanya jumlah IPO bertambah, tetapi investornya juga, \'overall\' pesan yang ditekankan harus ditingkatkan pengawasannya agar tetap bisa dijaga,\" tandasnya.

Minim Investor

Saat ini, jumlah investor baru mencapai 400.000-an yang memiliki akses terhadap industri pasar modal, sementara jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta. Oleh karena itu, kedepan investor institusi dan individu harus dapat lebih luas lagi. Dari sisi investor institusi, seperti perusahaan dana pensiun dan asuransi memiliki potensi yang kuat untuk mendukung pasar modal.

Kata Muliaman, dalam mendorong pasar modal dalam negeri lebih menarik pihaknya merencanakan untuk mengubah peraturan yang menghambat jumlah investasi dari investor institusi, “Kita ingin investornya bertambah, termasuk investor institutional, perusahaan asuransi, dan lokal agar bisa beli surat berharga pemerintah atau saham,”paparnya.

Selain itu, aturan mengenai porsi minimal saham dilepas ke publik melalui penawaraan umum saham perdana juga akan diperbarui. Tercatat, pada perdagangan kemarin aksi beli bersih asing sebesar Rp228,9 miliar atau selama 16 minggu mencapai Rp17.89 triliun.

Transaksi Asing

Menurut Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, dua faktor fundamental IHSG dinilai akan menjadi pemicu pergerakan indeks ke depan dalam kondisi bursa global yang bergerak volatile.“Sepanjang minggu ini ada dua faktor sebagai market movers dari dalam negeri yaitu release laporan keuangan kuartal pertama 2013 dan emiten mana lagi yang akan memberikan dividen serta seberapa besar pay out rationya,”ujarnya.

Menurutnya, pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di atas level 5000 lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya akan membawa indeks mengalami pembalikan arah yang cukup besar. Karena itu, perlu sentimen positif yang kuat dari rilis laporan keuangan, kestabilan ekonomi makro yang diiringi dengan kejelasan kebijakan ekonomi, maupun kondisi bursa saham global agar IHSG tidak kehilangan momen bertahan di level psikologisnya.

Meskipun, lanjut dia, orientasi pelaku pasar masih sama dengan sebelumnya di mana telah berubah untuk jualan pasca rilis laporan keuangan full year emiten. “Selama IHSG tidak mendekati gap di 4945-4954 maka diharapkan jikapun terjadi pelemahan masih tahap terbatas,”katanya. (bani)

Related posts