Laba Tumbuh, Bank Permata Tunda Dividen

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2012, PT Bank Permata Tbk membukukan laba naik 18% atau menjadi Rp 1,37 triliun. Namun pembagian dividen tetap belum diturunkan. Alasannya, laba yang didapat dirasa tanggung untuk dibagikan sebagai dividen sehingga tetap disimpan sebagai laba ditahan, “Perbankan harus memiliki modal kita harus kuat, buat bagi dividen juga tanggung, karena returningnya bank permata baru positif tahun 2011 itupun sedikit sekali nilai positifnya juga baru tambah Rp 1,3 triliun tahun ini, jd kita tetap harus memupuk laba ditahan agar kita cukup kuat, kita usulkan ke pemegang saham dan mereka setuju. Jadi uangnya tetap stay di perusahaan,”kata Wakil Direktur Utama PT Bank Permata Tbk Herwidayatmo di Jakarta, Selasa (23/4).

Herwi juga menambahkan bahwa apabila tahun depan pemegang saham meminta pembagian dividen, akan dibagikan. Namun menurut dia pihak perseroan tetap akan memberikan pertimbangan.“kita akan tetap berikan pertimbangan terbaik untuk perusahaan. Sejak 2010 saldo negatif, 2002 merger pertama Permata dan negatif sejak krisis tahun 1997 hingga 1998 kita baru positif di tahun 2011”, tambahnya.

Laba Tumbuh

Sepanjang tahun 2012, perseroan mencatatkan laba operasional tumbuh 22% (YoY) menjadi Rp 1,75 triliun,total aset yang dimiliki Permata sebesar Rp 131,8 triliun per 31 Desember 2012, dan untuk Permata Syariah mencapai Rp 10,6 triliun. Total aset bank juga naik menjadi Rp 131,8 triliun atau naik 30% yang ditopang oleh pertumbuhan kredit sebesar Rp 93,7 triliun.

Sedangkan dana pihak ketiga termasuk pendanaan syariah tumbuh 27% atau sebesar Rp 104,9 triliun. RUPS juga menyetujui penggunaan 24,37% dari laba bersih atau Rp 333,4 miliar disisihkan sebagai dana cadangan.

Herwi juga menjelaskan mengenai Capex untuk investasi peralatan cukup besar, dan waktunya tidak cukup 1tahun, Permata memiliki strategi untuk perbaharui IT dan teknologi untuk semua cabang yang ada.“Cabang kita ada 300 dari 10 bank besar cabang kita paling kecil, masih dipikirkan akan buka cabang baru”ujar dia.

Berbeda dengan Herwi, Lauren Sulistiawati, Direktur Ritel Banking mengakui akan adanya penambahan cabang yang tersebar ke provinsi Indonesia sebanyak 20 cabang, Lokasinya di provinsi Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Lombok, dan Kupang.“Rencananya tahun depan, karena roses mencari lokasi dan proses dari BI (Bank Indonesia) lumayan lama. Kita juga ada pengembangan IT, dananya cukup besar bisa mencapai USD 10 – 15 jta, diambil dari Capex”, ujar Lauren.

Rombak Direksi

Selain itu, pengunduran Komisaris Independen, John A.Prasetio juga disetujui oleh pemegang saham. John mengundurkan diri karena posisi barunya di Pemerintahan.

“Komisaris jadi duta besar di korsel, karena sibuk ga hadir rapat”, kata Gunawan Geniusahardja, Wakil Komisaris Utama Permata.

Lebih lanjut lagi, Herwi mengatakan laporan triwulan Permata dapat dilihat di media cetak.“Per 31 Desember total aset 131,8 triliun. Syariah 10,6 triliun total aset. Rencana obligasi dalam waktu dekat belum ada atau tahun ini belum bisa dikabarka. Nanti kalau ada corporate action akan diumumkan”, jelas Herwi.

“Emoney sudah diluncurkan dan ada ввм money yg pertama di Indonesia pemakainya sudah mencapai 5000an nilai transaksi sudah Rp 500 juta ekspektasi bisa 200 ribu pemakai. Nilai transaksinya per orang Rp 50-100ribu lebih banyak dipakai untuk transaksi elektronik, dan kedepannya akan lebih diarahkan ke e-commerce. Harus lebih di eduklasi lagi supaya lebih bakyak lagi karena yang download fasilitas ini sudah lebih dari 150 ribu orang”, ujar Lauren mengenai terobosan terbaru pelayanan Permata. (nurul)

Related posts