Sempat Terkoreksi, IHSG Bakal Kembali Balik Arah

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Selasa sore, aksi jual pelaku pasar makin deras lantaran akumulasi penguatan indeks BEI yang sudah tembus level 5000 poin. Alhasil, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 21,593 poin (0,43%) ke level 4.975,330. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 4,396 poin (0,52%) ke level 842,975.

Analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono mengatakan, derasnya aksi jual membuat penguatan indeks BEI tertahan, “IHSG BEI kembali mengalami koreksi, kali ini penurunan saham domestik dipengaruhi oleh sentimen negatif dari China dimana data manufaktur menunjukkan pertumbuhan yang di bawah ekspektasi,\" katanya di Jakarta, Selasa (23/4).

Dia menambahkan, sentimen negatif dari China itu menutup sentimen positif dari bursa AS kemarin sehubungan dengan \"rally\" penguatan. Berikutnya, indeks BEI Rabu diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan menguat terbatas di kisaran 4.959-4.989 poin, \"Kami melihat ada peluang untuk melakukan transaksi pada saham lapis dua dan tiga,\" ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, aksi jual marak terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Delapan indeks sektoral pun jatuh ke zona merah, hanya dua sektor yang bertahan positif. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 143.293 kali pada volume 6,004 miliar lembar saham senilai Rp 6,215 triliun. Sebanyak 78 saham naik, sisanya 186 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berakhir kompak di zona merah menutup perdagangan. Melemahnya data manufaktur China memicu aksi jual investor regional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.900 ke Rp 11.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 1.900 ke Rp 16.400, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 25.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 38.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 950 ke Rp 17.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 49.100, Inti Bangun (IBST) turun Rp 400 ke Rp 5.550, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 18.050.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup terkoreksi 12,857 poin (0,26%) ke level 4.984,066. Sementara Indeks LQ45 turun 3,081 poin (0,36%) ke level 844,290. Aksi jual marak terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Tujuh indeks sektoral pun jatuh ke zona merah, hanya tiga sektor yang bertahan positif.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 84.734 kali pada volume 2,521 miliar lembar saham senilai Rp 2,592 triliun. Sebanyak 84 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.900 ke Rp 11.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 500 ke Rp 15.000, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 24.850, dan Garda Tujuh (GTBO) naik Rp 350 ke Rp 4.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 550 ke Rp 18.150, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 400 ke Rp 18.000, Polaris (PLAS) turun Rp 320 ke Rp 960, Inti Bangun (IBST) turun Rp 300 ke Rp 5.650.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka naik 0,55 poin atau 0,01% ke posisi 4.997,47. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,14 poin (0,02%) ke level 847,51, “Indeks BEI dibuka bergerak menguat di tengah bursa kawasan Asia yang mayoritas berada dalam area negatif,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, bursa Asia dibuka kecenderungan melemah seiring pasar mengantisipasi rilis data manufaktur China. Karena itu, dirinya memperkirakan saham-saham sektor semen yang sempat terkoreksi cukup signifikan diperkirakan kembali menguat (rebound).

Sementara itu, saham-saham sektor perkebunan kemungkinan akan melemah, seiring pelemahan harga minyak sawit (CPO) Rotterdam, “IHSG diperkirakan kembali bergerak mendatar seiring minimnya sentimen baru dari domestik. Diproyeksikan indeks BEI bergerak di kisaran 4.971-5.024 poin,\"ungkapnya.

Sementata Purwoko Sartono menambahkan, indeks BEI bergerak mendatar di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap laporan keuangan emiten kuartal pertama tahun ini. Di sisi lain, lanjut dia, pergerakan bursa regional masih dibayangi oleh beberapa isu antara lain lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat Inggris dari AAA (triple A) menjadi AA+ (double A plus) seiring dengan lesunya outlook ekonomi dan fiskal negara itu, “IHSG BEI diproyeksikan bergerak konsolidasi pada kisaran 4.970-5.022 poin hari ini,\" tuturnya.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Selasa, dibuka melemah 166,38 poin (0,75%) ke level 21.877,99, indeks Nikkei-225 turun 16,24 poin (0,12%) ke level 13.552,13, Straits Times melemah 17,98 poin (0,54%) ke posisi 3.290,94. (bani)

Related posts