BINAMARGA TAK PERNAH SAMPAIKAN DATA BASE Kerusakan Lingkungan Kramat-Palimanan Cirebon, Makin Amburadul

NERACA

Cirebon – Lambannya Pemkab Cirebon mengantisipasi permasalahan tingkat kerusakan lingkungan di area Jl. Kramat-Palimanan Kab. Cirebon, mendapat reaksi pelbagai pihak. Salah satunya, Ketua tim Advokasi warga sekitar Jl. Kramat-Palimanan, Agus Prayoga. Menurut dia, kerusakan itu akibat lambannya Pemkab Cirebon mengantisipasi permasalah. Disamping itu, tidak adanya rasa tanggung jawab pengusaha angkutan karena sering kali menggungkan kendaraan melebihi tonase.

“Persoalan ini semakin mengemuka, dan selalu dipendam selama bertahun-tahun. Imbasnya, kini masyarakat juga yang merasakan dampaknya. Mulai masalah limbah, debu serta rusaknya jalan. Pertanyaannya, kenapa sampai saat ini Pemkab Cirebon terkesan tutup mata,” kata Agus, kepada Harian Ekonomi NERACA di Cirebon, Minggu (19/6).

Agus mengaku kecewa dengan sikap Pemkab Cirebon itu, yang terkesan tidak ada usaha untuk menyelesaikannya. Agus juga mengaku heran, karena di wilayah tersebut, ada beberapa anggota DPRD yang bermukim di wilayah itu. Seharusnya lanjut Agus, anggota dewan tersebut respon, dan lebih mengetahui persoalan sebenarnya.

“Kalau tidak salah ada lebih dari 2 orang anggota dewan Kab. Cirebon yang rumahnya berada di sekitar Jl. Kramat-Palimanan. Anehnya, kok mereka diam saja. Setelah saya tanyakan, mereka selalu bilang masih mengadakan koordinasi. Lalu sampai kapan masyarakat harus menerima imbas dari lingkungan yang rusak ini,” ungkap Agus.

Sementara Supirman, anggota DPRD Kab. Cirebon dari Fraksi Hanura berpendapat, dinas tekhnis terkait harus bertangung jawab dengan permasalah tersebut. Menurut dia, wajar saja kalau masyarakat melakukan class action, karena hak-hak mereka untuk dapat hidup layak, terganggu.

Supirman pun mempertanyakan anggaran pemeliharaan jalan oleh Binamarga Kab. Cirebon tahun lalu mencapai Rp. 11 miliar. Rusaknya Jl. Kramat-Palimanan, lanjut dia, diduga ada ketidak beresan dalam pengelolaan anggaran di Binamarga.

Supirman juga menyesalkan pihak Binamarga Kabupaten Cirebon, yang sampai saat ini tidak pernah memberikan data base masalah jalan. Data base tersebut akunya, sangat membantu karena untuk melihat sampai sejauh mana tingkat kerusakan jalan, serta jalan-jalan mana saja yang harus diperbaiki.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Dinas Binamarga Kabupaten Cirebon. Beberapa pejabat teras di Dinas Binamarga setempat, enggan mengangkat telepon selulernya.

BERITA TERKAIT

Tekanan Makin Berat, Ekonomi Kian Melambat

Oleh: Djony Edward Sepanjang bulan Mei 2019 banyak sekali kabar buruk yang melanda ekonomi kita, setidaknya ada 9 indikator makro…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…

ANGGOTA DPR BERHARAP DEMO SEGERA BERAKHIR - Darmin: Aksi Demo Tak Berdampak Signifikan

Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini dampak aksi demonstrasi 22 Mei 2019 tidak akan berdampak signifikan terhadap kondisi investasi…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok

Pemprov Banten Gelar Pasar Murah Stabilkan Harga Bahan Pokok  NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Perindustrian dan…

Pemkot Sukabumi Gelar Penyuluhan Produk Hukum Kepada Masyarakat

Pemkot Sukabumi Gelar Penyuluhan Produk Hukum Kepada Masyarakat NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi melalui bagian hukum lakukan penyuluhan…

Pemprov Jabar Siapkan Pembentukan 12 Daerah Otonomi Baru

Pemprov Jabar Siapkan Pembentukan 12 Daerah Otonomi Baru NERACA Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Pemerintah…