free hit counter

Marak Penipuan, Investasi Bursa Berjangka Rawan

LEMAH, PENGAWASAN BAPPEBTI

Selasa, 23/04/2013

Jakarta – Sejak terkuaknya investasi bodong yang dilakukan PT Golden Trader Indonesia Syariah (GTIS), kini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memaparkan hasil temuan yang sama dengan tren yang meningkat. Tercatat dari semula menerima 20 pengaduan investasi bodong, kini bertambah menjadi 29 kasus serupa yang diduga merugikan dana masyarakat triliunan rupiah.

NERACA

Berdasarkan data yang dihimpun Neraca, sejumlah kasus investasi bodong yang melibatkan dana masyarakat hingga Rp 40 triliun lebih itu, umumnya dilakukan oleh perusahaan yang awalnya mengiming-imingi nasabahnya dengan perolehan hasil investasi 2%-3% per bulan, namun kemudian wanprestatie beberapa bulan kemudian. Selain GTIS, juga banyak perusahaan serupa yang diduga membawa kabur dana masyarakat belakangan ini. Antara lain PT Virgin Gold Mining Corp, Pohon Mas, Sarana Perdana Indoglobal, Gama Start, Danagraha Futures, Lautan Emas Mulia, Wahana Global Bersama dan Raihan Jewellery. 

Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Perlindungan Konsumen, Kusumangnituti Sandriharmy Soetiono mengataka, kasus investasi bodong masih terus bergulir dan bahkan pengaduannya terus meningkat menjadi 29 laporan, “Sebelumnya ada 20 pengaduan saat investasi bodong sedang marak-maraknya, kemudian ada 9 pengaduan lagi ke OJK,”katanya di Jakarta, Senin (22/4).

Namun sayangnya, dia belum mau menyebutkan identitas 29 perusahaan investasi "bodong" itu. Pihaknya mengaku belum mendapat laporan terkini mengenai jumlah perusahaan investasi "bodong" yang telah berhasil ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian dan juga telaah yang dilakukan Satgas Investasi.Next