Total Aset Perbankan Syariah di Atas Rp200 Triliun

NERACA

Medan - Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI), Edy Setiadi mengatakan, selama dua dekade mengembangkan perbankan syariah, nilai aset yang dikelola oleh industri perbankan syariah telah di atas Rp200 triliun. Edy menuturkan, nilai aset tersebut terdiri dari 11 Bank Umum Syariah (BUS), 24 Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Umum Konvesional, dan 158 BPR Syariah. Lebih lanjut dirinya mengungkap, selama sepuluh tahun terakhir, industri perbankan syariah bertumbuh rata-rata 30%-40% per tahun. Saat ini, pangsa pasar perbankan syariah mencapai 4,7%. “Pangsa yang relatif masih kecil ini seharusnya menjadi motivasi bagi pelaku perbankan syariah - bahwa ruang untuk bertumbuh masih sangat luas,”kata dia di Medan, Sumatera Utara, Senin (22/4). Dengan didukung oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang stabil dan semakin membaik, pendapatan masyarakat yang terus meningkat, dan kebutuhan pembiayaan berbagai sektor-sektor usaha yang masih belum terpenuhi oleh lembaga-lembaga keuangan yang ada, merupakan potensi besar bagi bank syariah untuk terus bertumbuh bertambah besar.

“Semoga dengan kerja keras seluruh stakeholders perbankan syariah, dan upaya tak kenal lelah untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas layanan, maka industri bank syariah bisa memberikan kontribusi yang semakin signifikan dalam memajukan perekonomian nasional.,”tuturnya. Bank Indonesia selaku otoritas perbankan, sejak awal pengembangan industri perbankan syariah telah memiliki arah kebijakan untuk mendorong terwujudnya industri perbankan syariah yang kompetitif, efisien, memenuhi prinsip kehati-hatian dan prinsip syariah secara baik, serta memberikan kemanfaatan optimal bagi masyarakat luas dan perekonomian nasional.

“Sebagaimana sudah kita fahami bersama, salah satu tantangan penting dalam pengembangan perbankan syariah adalah perlunya upaya meningkatkan pemahaman dan preferensi masyarakat menggunakan perbankan syariah,”ujar Edy. Ini memang merupakan usaha yang tidak mudah, karena perlu dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Disamping perlu pula diikuti dengan upaya pemenuhan janji-janji yang disampaikan dalam promosi dan sosialisasi perbankan syariah dengan kenyataan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dalam ber-bank syariah.

Dalam kaitan ini, Bank Indonesia bersama dengan pelaku industri perbankan syariah sebenarnya telah memiliki strategi pengembangan pasar perbankan syariah yang jelas. Implementasi dari strategi ini meliputi pelaksanaan program-program antara lain edukasi, sosialisasi dan promosi. Pengembangan produk, sofistikasi dan kualitas layanan jasa perbankan syariah. Perluasan jaringan kantor, inovasi berbagai bentuk saluran penyediaan servis perbankan syariah. Peningkatan daya saing bank syariah, baik dari sisi biaya yang semakin efisien maupun dari aspek manfaat ekonomis dan non-ekonomis yang semakin meningkat. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

CIMB Niaga Serahkan Beasiswa #KejarMimpi

      NERACA   Jakarta - PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mengumumkan 50 mahasiswa dari 18 universitas…

Sejumlah Bank Daerah Tertarik Konversi Ke Syariah

      NERACA   Jakarta - Direktur Bisnis Komersil BRI Syariah Kokok Alun Akbar mengatakan sejumlah Bank Pembangunan Daerah…

Gaet Bank Mustika, FWD Life Luncurkan Asuransi Perancang Dana

    NERACA   Jakarta - PT FWD Life Indonesia (FWD Life) dan PT Mestika Dharma Tbk. (Bank Mestika) mengumumkan…