Mandiri Terus Kembangkan Pembiayaan Supply Chain

NERACA

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan terus mengembangkan fasilitas pembiayaan supply chain yang ditujukan untuk perusahaan retailer atau anak usaha dari sebuah korporasi besar yang merupakan nasabah Bank Mandiri. “Supply chain itu sudah bekerja sama dengan banyak nasabah kita. Kan kalau zaman dulu, again kalau membicarakan inovasi, itu untuk menarik tagihan-tagihan, petugas kita harus datang ke perusahaan, lalu harus diproses di perusahaannya, dari satu meja ke meja, kalau sekarang dengan adanya ini (supply chain), sudah langsung bisa di-sign sama perusahaan, dan mereka tinggal serahin ke bank untuk minta tolong dibayari dulu,” kata Fransisca Nelwan Mok, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, ketika ditemui di Jakarta, Senin (22/4).

Menurut dia, dengan ada fasilitas tersebut maka bisa memperpendek proses transaksi pembayaran dari si konsumen (perusahaan) kepada kliennya. Dan ini akan membawa untung yang cukup signifikan bagi perusahaan di akhir tahun. “Kan tidak semua pengusaha itu besar, tapi mungkin ada yang sedang atau menengah, dia tetap bisa dapat pembayaran dan dia bisa kerja lagi. Jadi cepat berputar lagi uangnya. Dengan (supply chain) ini kita memperpendek pembayaran, kalau yang tadinya suka tarsok-tarsok bayarnya, tiga bulan, enam bulan, kalau caranya seperti ini semua terima pembayarannya cepat. Mungkin untungnya tidak langsung terlalu besar, tapi dengan perputaran yang cepat, sampai akhir thn akan dapat keuntungan besar. Karena kalau hanya dengan cara yang biasa, dia hanya akan turn over tiga kali, kalau dengan cara seperti ini dia bisa dapat 10 sampai 12 kali,” paparnya.

Fransisca mencontohkan perusahaan yang bergerak di bidang pelabuhan yakni PT Pelindo II mengenai supply chain ini. “Misalnya Pelindo punya anak perusahaan yang namanya ILS, nah, dulu nih kalau straightforwarder atau apa mau mendarat atau apa mesti minta banyak cap, kalau orangnya tidak ada kan tidak bisa, sekarang malah dibayar duluan. Perusahaan-perusahaan itu bayar duluan, begitu online, bisa langsung bongkar muat. Itu menurunkan waktu bongkar muat yang tadinya sampai sepuluh hari atau dua minggu, sekarang terus menurun,” jelasnya.

Sementara untuk fasilitas cash management, Fransisca menerangkan bahwa pihaknya menargetkan itu terus tumbuh setiap harinya. “Kalau cash management itu kita berharap tiap hari ada yang bertambah menggunakan itu. Karena seperti yang diketahui bersama, kita menambah IT terus, maka kemampuan kita dalam itu juga semakin bertambah. Jadi dulu nasabah selalu menggunakan cek dan bilyet giro, nah, kalau menggunakan cash management sudah tidak perlu menggunakan itu lagi,” terangnya. Dia menjelaskan bahwa dalam setahun Bank Mandiri bisa berinvestasi sebesar US$30 juta dalam mengembangkan sistem teknologi informasinya. “Karena cabang kita banyak sekali. Kalau kita sekali pakai, smua cabang kita langsung on,” imbuhnya

Kemudian, dia bilang bahwa setiap hari pihaknya selalu mensosialisasikan kepada nasabah korporasinya untuk menggunakan fasilitas cash management. “Karena kalau menggunakan cek dan bilyet giro itu masih kuno. Jadi selalu saya bilang, kantornya Bank Mandiri ya ada di kantornya nasabah. Karena semua pembayaran bisa dilakukan dari kantor mereka dengan catatan (sistem) IT di perusahaannya juga harus ada improvement,” tutupnya. [ria]

Related posts