OJK Desak Industri Perbankan Gelar IPO - Bidik Bank Kelas Menengah

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan likuiditas dan termasuk jumlah emiten, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengumpulkan perbankan kelas menengah untuk mensosialiasasikan manfaat Penawaran Perdana Saham (IPO).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D Hadad mengatakan, dengan adanya sosialisasi IPO ke perbankan kelas menengah diharapkan dapat menambah jumlah emiten di BEI.

Selain itu, perbankan tersebut juga bisa menambah modalnya dalam meningkatkan bisnisnya, “Sosialisai terutama untuk menambah basis investor, misalnya kami ingin mengumpulkan debitur-debitur bank kelas menegah yang Rp500 miliaran (modal), yang mungkin bisa kita sosialisasikan manfaat IPO di pasar modal dan itu jumlahnya banyak sekali,\"katanya di Jakarta, Senin (22/4).

Selain itu, OJK akan berkordinasi dengan anggota-anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, untuk memasukan perusahaannya ke dalam daftar pasar modal Indonesia. \"Perusahaan BUMN pun, saya ingin jajaki untuk melihat ada hal-hal yang bisa didikusikan dengan pak Menteri BUMN terkait sedikitnya BUMN yang IPO,\"tandasnya.

Muliaman Hadad pernah bilang, negara maju memiliki industri pasar modal yang terus mengalami perkembangan seiring dengan bertambahnya jumlah perusahaan publik, “Di negara maju itu, industri perbankan cenderung lebih kecil dan sebaliknya pasar modalnya yang berkembang dan hal itu akan menjadi fokus OJK,”tuturnya.

Maka untuk meningkatkan industri pasar modal, pihaknya akan terus mendorong perusahaan untuk melakukan pelepasan saham ke publik atau IPO agar pasar modal Indonesia dapat terus tumbuh.

Menurutnya, salah satu cara untuk mengembangkan industri pasar modal dengan memperbanyak IPO karena dampaknya akan meningkatkan jumlah investor. Kemudian untuk mendukung perkembangan industri pasar modal di dalam negeri, kata Muliaman, otoritas pasar modal harus mengutamakan keterbukaan informasi yang seluas-luasnya kepada masyarakat.\"Saya kira untuk membangun pasar modal yang kredibel tentu harapan, yang penting adalah keterbukaan akses terhadap informmasi ke masyarakat dapat dengan mudah,\" ungkapnya.

Dia menambahkan, fungsi OJK tidak hanya melakukan pengawasan namun juga akan melakukan edukasi ke masyarakat terhadap industri keuangan di Indonesia. Pasalnya, dengan edukasi yang baik ke masyarakat, maka OJK dapat mencegah masyarakat tertipu terhadap investasi \'bodong\'. (bani)

BERITA TERKAIT

Pacu Penjualan Rumah Murah - Hanson Bidik Dana Rights Issue Rp 8,78 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna menggenjot pertumbuhan bisnis penjualan rumah murah, PT Hanson International Tbk (MYRX) bakal menggalang pendanaan…

Indonesia Industrial Summit 2019 - Sektor Manufaktur RI Dipandang Siap Menerapkan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Making Indonesia 4.0 merupakan sebuah peta jalan yang diterapkan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara 10 besar…

Gelar IPO, Bliss Properti Lepas 1,7 Miliar Saham

Satu lagi, perusahaan yang bakal mencatatkan saham perdananya di pasar modal adalah PT Bliss Properti Indonesia. Dalam prospektus yang diterbitkan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Astrindo Raih Pendapatan US$ 27,16 Juta

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) membukukan pendapatan sebesar US$27,16 juta atau melesat…

Optimalkan Tiga Lini Bisnis Baru - Mitra Investindo Siapkan Capex US$ 3 Juta

NERACA Jakarta – Menjaga keberlangsungan usaha pasca bisnis utama terhenti pada akhir tahun lalu, PT Mitra Investindo Tbk (MITI) bakal…

Laba Betonjaya Melesat Tajam 144,59%

Di tahun 2018, PT Betonjaya Manunggal Tbk (BTON) mencatatkan laba tahun berjalan senilai Rp27,81 miliar atau naik 144,59% dibandingkan periode…