United Tractors Alokasikan Belanja Modal US$230 Juta

NERACA

Jakarta- PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalokasikan dana belanja modal pada tahun ini sebesar US$230 juta untuk kegiatan operasional perseroan, termasuk mendukung kinerja anak usahanya, PT Pamapersada Nusantara (PAMA). “Sebagian besar, US$190 juta untuk anak perusahan kami, dan sampai Maret telah digunakan sebesar US$50 juta dolar.” kata Wakil Presiden Direktur UNTR, Gidion Hasan di Jakarta, Senin (22/4).

Menurutnya, dana belanja modal atau capital expenditure (capex) tersebut bersumber dari kas internal dan penerbitan saham baru (rights issue) yang pernah dilakukan perseroan. Sebesar 80% penggunaan dana belanja modal adalah untuk pembelian alat-alat berat guna mendukung produksi PT Pamapersada.

Hingga Maret, lanjut dia, produksi batu bara PT Pamapersada mencapai 23,6 juta ton dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar 21 juta ton. Selain mendukung kinerja PT Pamapersada, juga sedang menyelesaikan proses akuisisi. Namun, pihaknya masih memperhitungan pasar batu bara yang belum kondusif saat ini. “Di 2012 akuisisi yang dilakukan di Kalimantan Tengah dan Selatan nyaris siap untuk prosuksi komersial. Kita masih nimbang-nimbang harga komoditasnya.” ucapnya.

Pada tahun 2012, menurut dia, perseroan telah mengakuisisi 100% saham PT Perkasa Melati senilai US$16,80 juta melalui anak usahanya yaitu PT United Tractors Pandu Engineering. Penyelesaian transaksi tersebut tergantung kepada dipenuhinya seluruh kondisi prasyarat yang ditentukan dalam perjanjian jual beli bersyarat dan pemenuhan terkait persyaratan pengambilalihan perusahaan sebagaimana diatur dalam Undang-undang No.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Adapun tujuan pengambialihan Perkasa Melati oleh anak usaha UNTR untuk mendukung kegiatan usaha PT United Tractors Pandu Engineering di bidang pengangkutan batu bara yang diharapkan akan dapat mendukung kegiatan usaha grup Perseroan terutama dalam bidang pertambangan batu bara. Selain itu, pihaknya juga sedang memproses satu akuisisi perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Tengah.

Pembiayaan akuisisi tambang batu bara berasal dari hasil rights issue senilai US$ 700 juta pada 2011 lalu. Sebelumnya, nilai kalori batu bara yang ingin diakuisisi diperkirakan sebesar 6.000-6.300 kalori. Melalui akuisisi tambang batu bara, perseroan mengharapkan dapat meningkatkan pendapatan sebesar 15% dan pendapatan dari alat berat ditargetkan tumbuh 10% pada tahun ini.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham sebesar Rp2,31 triliun atau Rp620 per saham. Pembagian dividen tunai per saham sebesar Rp620 tersebut sudah termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp210 setiap saham.

Sekretaris Perusahaan PT United Tracktor Tbk, Sara Loebis mengatakan, dividen interim telah dibayarkan pada 2 November 2012, sedangkan sisanya sebesar Rp410 per saham akan dibayarkan pada 31 Mei 2013. Total pembagian dividen tersebut adalah sebesar 40% dari laba bersih perseroan 2012 sebesar Rp5,78 triliun. “Sisanya dibukukan sebagai laba di tahan,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

Divestasi Bank Permata - Astra Luluh Ke Tawaran Bank Bangkok

NERACA Jakarta – Sikap bersikukuh PT Astra International Tbk (ASII) untuk tetap mempertahankan kepemilikan saham di PT Bank Permata Tbk…

Wujudkan Perusahaan Sehat - Garuda Bekukan Rute London Yang Bikin Tekor

NERACA Jakarta – Perdagangan saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/12) pada sesi…

Perintis Tiniti Bidik Dana IPO Rp 250 Miliar

NERACA Jakarta –Tutup tahun 2019, minat perusahaan untuk mencatatkan saham perdananya di pasar modal masih tinggi. Salah satunya, PT Perintis…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kisruh Industri Reksadana - Pelaku Manajer Investasi Menaruh Asa 2020

NERACA Jakarta – Kisruh industri reksadana yang merugikan investor dari beberapa perusahaan manajer investasi memberikan dampak buruk terhadap kinerja industri…

Perluas Pasar Eskpor - Mustika Ratu Bidik Penjualan Tumbuh 11%

NERACA Jakarta – Meskipun kinjera kuartal tiga 2019 terkoreksi 6,79%, PT Mustika Ratu Tbk (MRAT) berupaya mencapai target pertumbuhan kinerja…

"Bersih-Bersih" BUMN - Erick Thohir Soroti Anak Usaha Pertamina

NERACA Jakarta – Penataan anak usaha BUMN yang tersebar begitu banyak, mendorong Menteri BUMN Erick Thohir menertibkan agar bisa efektif…