Realisasi Investasi BKPM Rp93 Triliun - Triwulan I 2013

NERACA

Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan Rp390,3 triliun untuk realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Realisasi investasi proyek penanaman modal triwulan I 2013 mencapai Rp93 triliun dan ada peningkatan sebesar 30,6% dibandingkan triwulan I 2012 sebesar Rp71,2 triliun. Berdasarkan data yang dimiliki BKPM terjadi peningkatan realisasi investasi PMDN pada triwulan pertama yaitu 39,6%, dari Rp 19,7 triliun ke Rp 27,5 triliun. Sementara itu, PMA juga naik sebesar 27,2% dari Rp 51,5 triliun menjadi Rp 65,5 triliun pada 2013. \"Kami telah lakukan beberapa upaya perbaikan iklim investasi, antara lain penyederhanaan perijinan penanaman modal dengan aturan Kepala BKPM No.5 Tahun 2013. Dengan aturan baru tersebut diharapkan minat investasi dapat meningkat, demikian juga realisasi investasi PMA/PMDN dapat tumbuh pada sektor usaha yang memberi nilai tambah,” jelas M Chatib Basri, Kepala BKPM, di Jakarta, Senin (22/4).

Namun, Chatib menggarisbawahi kalau investasi ini tidak termasuk oil and gas yang berada di bawah SKK Migas dan sektor perbankan yang ada di bawah Bank Indonesia, serta nvestasi di sektor keuangan nonbank yang berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Realisasi Investasi PMDN triwulan pertama berdasarkan sektor usaha terbesar yaitu pertambangan Rp6 triliun, gudang dan telekomunikasi Rp6 triliun, industri makanan Rp4 triliun, industri logam dasar,barang logam, mesin dan elektronik Rp1,8 triliun dan listrik, gas dan air Rp1,7 triliun. Realisasi lokasi proyek di Jawa Timur Rp9 triliun, Kalimantan Timur Rp4,8 triliun, Kalimantan Selatan Rp3,4 triliun, Sumatera Utara Rp2 triliun dan DKI Jakarta Rp1,9 triliun.

Sementara itu, realisasi investasi PMA berdasarkan sektor usaha besar yaitu pertambangan USD$1,4 miliar, industri kimia US$1,2 miliar, industri logam, mesin dan elektronik USD$1 miliar, industri alat angkutan dan transportasi US$0,9 miliar dan industri kertas dan percetakan US$0,6 miliar. Selanjutnya, sebaran lokasi proyek di luar Jawa sebesar Rp44,4 triliun, jumlah ini naik 32,1% dari triwulan I 2012 sebesar Rp33,6 triliun. Penyerapan tenaga kerja juga besar, mencapai 361.924 orang, keberadaan investasi PMDN dan PMA juga diperkirakan akan dapat mengakibatkan efek ganda terhadap penyerapan tenaga kerja secara tidak langsung mencapai empat kali lipat.

\"BKPM bersama-sama dengan kementerian teknis dan Pemerintah daerah akan terus meningkatkan mutu pelayanan kepada investor, dengan cara menyederhanakan prosedur dan mempercepat perijinan yang terkait investasi, juga akan memonitor berbagai rencana pembangunan dan penyediaan infrastruktur agar dapat merealisasikan target PMDN dan PMA sebesar Rp390,3 triliun atau meningkat 24,6%\", jelas Chatib.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, terdapat sedikit perubahan tipologi PMA yang masuk ke Indonesia. “Biasanya Singapura selalu nomor satu. Tapi kita bisa lihat sekarang Jepang nomor satu pada tiga bulan pertama tahun ini,” tambahnya. Investasi besar yang bersal dari Jepang , lanjut Chatib, didominasi oleh sektor otomotif yaitu Nissan, Toyota, dan Daihatsu. Namun begitu, bukan berarti investasi dari Singapura menurun. “Singapura itu nilai investasinya US$600 juta. Realisasi investasinya tetap naik. Hanya saja dibanding otomotif Jepang yang meningkat pesat, jadi terlihat turun,” jelas Chatib. Amerika Serikat (AS) juga menjadi salah satu negara utama yang berinvestasi di Indonesia. “Ada Cargill di Jawa Timur. Bidang otomotif ada General Motors yang dalam waktu dekat akan membuat peresmiannya,” tandasnya.[nurul/iqbal]

Related posts