IHSG Kembali Bergerak Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi tipis 1,538 poin (0,03%) ke level 4.996,923. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,418 poin (0,05%) ke level 847,371. Aksi jual di saham-saham lapis dua membuat indeks menipis, “IHSG BEI terkoreksi tipis melanjutkan perdagangan akhir pekan lalu di tengah antisipasi pelaku pasar terhadap laporan keuangan emiten kuartal pertama tahun ini,\" kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Senin (22/4).

Dia menambahkan, dari eksternal pergerakan bursa regional masih dibayangi oleh beberapa isu antara lain lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat Inggris dari AAA (triple A) menjadi AA+ (double A plus) seiring dengan lesunya outlook ekonomi dan fiskal negara itu.

Berikutnya, indeks BEI Selasa diproyeksikan akan bergerak konsolidasi pada kisaran 4.970-5.022 poin. Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, indeks BEI melawan arah bursa regional regional (anomali) paska mencatatkan level tertinggi ke 5.026 poin, “Namun secara keseluruhan masih optimis sehingga tetap rekomen untuk mengakumulasi,”tuturnya.

Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhartikan yakni Vale Indonesia (INCO), Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Perusahaan gas NEgara (PGAS). Pada perdagangan kemarin, aksi jual banyak dilakukan investor lokal, sementara asing masih lakukan aksi beli selektif. Saham-saham unggulan banyak diincar jelang penutupan perdagangan, sayangnya indeks gagal balik arah ke zona hijau.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 149.044 kali pada volume 4,778 miliar lembar saham senilai Rp 5,628 triliun. Sebanyak 97 saham naik, sisanya 165 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional menutup awal pekan dengan positif, kecuali bursa saham China yang masih terkoreksi. Melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar AS membuat bursa saham Jepang melonjak tinggi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.600 ke Rp 9.700, Mayora (MYOR) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 38.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 18.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 24.500, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 450 ke Rp 18.400, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 49.800, dan Lion Metal (LION) turun Rp 200 ke Rp 14.800.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup terkoreksi 7,186 poin (0,14%) ke level 4.991,275. Sementara Indeks LQ45 melemah 1,141 poin (0,13%) ke level 845,812. Saham-saham unggulan di sektor finansial serta saham-saham lapis dua jadi sasaran aksi jual investor sehingga membuat IHSG terkoreksi. Pelemahan ini bisa sedikit ditahan atas penguatan saham-saham di sektor infrastruktur dan tambang.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 81.488 kali pada volume 2,525 miliar lembar saham senilai Rp 2,593 triliun. Sebanyak 91 saham naik, sisanya 147 saham turun, dan 96 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.600 ke Rp 9.700, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 38.000, Telkom (TLKM) naik Rp 550 ke Rp 12.250, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 250 ke Rp 8.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 550 ke Rp 18.300, Indocement (INTP) turun Rp 500 ke Rp 24.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 49.700, dan Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 210 ke Rp 1.750.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 5,66 poin atau 0,11% ke posisi 5.004,12. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,42 poin (0,17%) ke level 848,37, “IHSG BEI awal pekan dibuka menguat seiring minimnya sentimen negatif dari bursa kawasan Asia. Bursa Asia mayoritas dibuka menguat terutama bursa Jepang yang naik sekitar dua persen,\" kata analis Samuel Sekuritas, Adrianus Bias.

Dia menambahkan, pada pekan ini pergerakan harga saham akan diiringi oleh beberapa kinerja emiten di kuartal pertama tahun ini yang mulai dirilis sejak akhir pekan lalu. Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan positifnya beberapa laporan keuangan emiten merupakan salah satu faktor acuan langkah bagi investor. \"Investor sedang melihat apakah kinerja emiten sejalan dengan perkiraan di tengah pelemahan data ekonomi global. Jika bisa lebih baik maka pasar saham mendapat kepercayaan lagi untuk kembali menguat,\"tuturnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng pada Senin, dibuka menguat 11,04 poin (0,05%) ke level 22.024,61, indeks Nikkei-225 naik 267,41 poin (2,01%) ke level 13.583,89, Straits Times melemah 0,06 poin (0,00%) ke posisi 3.293,99. (bani)

Related posts