Pasar Mobil Indonesia Ditaksir Tumbuh 25% - Lebih Tinggi dari China dan Thailand

NERACA

Karawang - Wakil Presiden Boediono menyatakan, pemilihan Indonesia sebagai basis produksi di luar Jepang oleh Daihatsu merupakan langkah yang tepat karena pasar mobil di dalam negeri sangat besar. \"Daihatsu telah memilih basis produksi di luar Jepang dengan Indonesia sebagai pusat produksi karena memiliki pasar roda empat yang besar pada tahun lalu sebesar 1,1 juta unit. Untuk tahun ini, diperkirakan pertumbuhan pasar roda empat Indonesia dapat menyentuh 25%, lebih tinggi dari China dan mampu bersaing dengan Thailand,\" katanya pada acara peresmian pabrik perakitan kendaraan bermotor dan pusat riset serta pengembangan PT Astra Daihatsu Motor di Karawang, Senin (22/4).

Indonesia, menurut Boediono, mempunyai suplai dan tenaga kerja yang dapat dilatih dengan cepat dibandingkan dengan negara-negara lain. \"Kita mempunyai ruang dan jalur untuk mendapatkan posisi kerja yang baik serta memiliki ekonomi yang besar di kawasan Asean dan sentra produksi mobil di Indonesia masih sangat luas,\" paparnya.

Sedangkan fasilitas riset dan pengembangan, lanjut Boediono, sejalan dengan upaya memperdalam di bidang industri manufaktur. Pemerintah sudah berniat untuk meningkatkan nilai tambah, pemanfaatan teknologi serta transfer teknologi di bidang otomotif nasional. \"Dengan dibangunnya pusat riset dan pengembangan, diharapkan bisa mendidik, melatih, mengembangkan tenaga kerja bidang teknologi baru khususnya industri otomotif,\" ujarnya.

Boediono menambahkan, nasib industri otomotif sangat ditentukan oleh teknologi yang tinggi. Teknologi hybrid, hidrogen masih terbuka lebar dam merupakan teknologi utama bagi industri otomotif.\"Diharapkan dengan penguasaan teknologi yang mapan, Indonesia mampu menguasai pasar otomotif Asean,\" tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama,Wapres melihat pilihan Daihatsu menjadikan Indoensia sebagai tempat investasi baru merupakan pilihan yang tepat.\"Ini event yang perlu diberi catatan positif. Tadi dikatakan PT Daihatsu memilih Indonesia sebagai production base terpenting di luar Jepang. Ini bagus sekali, menurut saya tidak ada alasan bagi pihak luar tidak jadikan indonesia sebagai production center,\" papar Boediono.

Pabrik baru Daihatsu dibangun di atas lahan seluas 94 hektare dan 7 hektare digunakan untuk area percobaan kendaraan yang baru selesai diproduksi. Dengan fasilitas yang lebih memadai, Daihatsu mengincar produksi mobil di Indonesia mencapai 460.000 per tahun.

Boediono melihat, dengan target tersebut, Daihatsu berkesempatan masuk dalam pasar otomotif Tanah Air. Terlebih, pasar otomotif dalam negeri semakin cerah seiring tumbuhnya perekonomian Indonesia.\"Selain pasar yang tumbuh cepat, kita punya suplai tenaga kerja yang terampil yang cukup ekonomis dibandingkan dengan di negara-negara lain, kompetitif,\" katanya.

Perkembangan Otomotif

Sekedar informasi pertumbuhan ekonomi dan belum tersedianya sarana transportasi massal yang memadai mendorong berkembangnya pasar otomotif di Tanah Air. Bahkan tahun ini diprediksi penjualan mobil nasional bisa menembus 1,2 juta unit jika suhu politik dan ekonomi terus stabil. Apalagi penjualan sepeda motor tahun 2013 diproyeksikan mencapai 7,2 juta unit.

Tingginya pertumbuhan otomotif Indonesia tak urung mengundang minat investor asing. Pasar kendaraan yang menggiurkan di Indonesia saat ini memancing investasi di industri penyedia atau pemasok komponen baru. Menurut data Kantor Kementerian Perindustrian, jumlah investasi industri suku cadang asal Jepang ke Indonesia mengalami kenaikan. Di tahun ini akan ada sekitar 50 industri komponen baru di Indonesia.

Tahun lalu saja sejumlah produsen mobil asal Jepang turut menarik beberapa industri komponen asal negaranya untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Daihatsu dan Toyota adalah dua diantara merek Jepang yang menarik 35 Industri komponen. Sementara Nissan membawa 10 industri sejenis. Tahun ini diperkirakan ivestasi perusahaan komponen Jepang di Indonesia mencapai US $ 700 juta.

Menurut Budi Darmadi, Direktur Jenderal Industri Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian RI, lokasi pabrik suku cadang asal Jepang bakal dibangun di kawasan industri Cikampek atau Cilegon. Perusahaan-perusahaan tersebut rencananya akan memproduksi moving parts, pengerjaan bodi kendaraan dan sebagainya. Setiap satu perusahaan siap memproduksi lebih dari satu komponen otomotif.

\"Di luar negara Jepang, negara lain yang sudah melakukan investasi dalam industri komponen otomotif adalah Taiwan, Thailand, dan Malaysia,\" papar Budi dalam sebuah kesempatan di Jakarta. Total investasi dari ketiga negara tersebut tahun 2012 lalu sebesar US$ 2,3 - 2,4 miliar dengan sekitar 200 industri suku cadang kendaraan.\"Masuknya investasi di industri ini tentu akan menguntungkan kita karena bisa menyerap tenaga kerja dan dapat megurangi defisit impor dan memberi nilai tambah di dalam negeri,\" tandas Budi.

Contohnya, keberhasilan Daihatsu mencapai 3 juta unit tidak terlepas dari peran serta supplier. Saat ini ADM bekerjasama dengan 165 perusahaan pemasok komponen lapis pertama (first tier) dan 850 pemasok komponen lapis kedua (second tier), dengan melibatkan sekitar 700 ribu tenaga kerja.

Related posts