Renovasi Toko, Trikomsel Siapkan Capex Rp 35 Miliar

NERACA

Jakarta - Tahun ini, PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) menganggarkan belanja modal sebesar Rp35 miliar. Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk melakukan renovasi toko yang diambil dari dana internal perseroan.

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) juga menyetujui pembagian keuntungan atau dividen tunai kepada para pemegang saham sebesar Rp 20 per lembar saham, “Total dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham TRIO ini sebesar Rp 95,23 miliar atau 25,93 persen dari perolehan laba bersih perseroan di tahun 2012, “kata Direktur Utama Trikomsel, Sugiono Wiyono di Jakarta akhir pekan kemarin.

Dia menuturka, para investor telah menyetujui untuk mengalokasikan keuntungan di tahun 2012 sebesar Rp 1 miliar untuk cadangan umum dan sebesar Rp 95,23 miliar untuk dividen dan sisanya untuk laba ditahan.

Menurut dia, dalam riwayat dividen tunai perseroan telah mendistribusikan dividen tunai untuk tahun buku 2008, 2009, 2010 dan 2011, yang masing-masing sebesar Rp 31,15 miliar, Rp 35,60 miliar, Rp 66,75 miliar dan Rp 97,90 miliar.

Dia juga menambahkan bahwa selama ini para stakeholder Trikomsel yang selalu memberi dukungan kepada kami sehingga kinerja tahun 2012 dapat tercapai dengan baik. Sugiono juga menyadari pesiko kurs perseroan karena pembelian dalam dolar dan penjualan dalam rupiah karenanya ada tiga langkah yang dilakukan TRIO untuk mengatasinya. “Pertama kami mengkonversi Rupiah yang ada menjadi investasi barang, kedua manajemen akan menambah transaksi-transaksi dalam Rupiah dengan vendor-vendor kelas dunia maupun lokal, terakhir proses akuisisi antara Okeshop dengan Global Teleshop yang hasilkan banyak sisi positif, manajemen telah mengevaluasi secara detail dan sejauh ini efisiensi yang dilakukan cukup efektif”, ujar Sugiono.

Sementara itu, Juliana Samudra, Direktur Keuangan TRIO menjelaskan strategi 2013 TRIO, yaitu perseroan akan memperluas model bisnis baru dan bertindak sebagai agen operator fullfilment untuk terus mengejar hasil marjin yang tinggi, Serta memanfaatkan sinergi dari akuisisi global teleshop. Berkolaborasi dengan perusahaan pembiayaan konsumen untuk memanfaatkan basis pelanggan yang lebih luas, membangun kemitraan dengan ritel terkemuka dan operator nirkabel di Indonesia. “Perseroan akan menambah jumlah toko dengan strategi tertentu, yaitu tidak hanya menambah toko dengan lokasi yang strategis, tetapi juga memberikan penawaran yang menarik kepada konsumen”, tambah Sugiono. (nurul)

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

Saat Ini Momentum Tepat Starup Go Public

Maraknya beberapa perusahaan starup yang mencatatkan saham perdananya di pasar modal, menjadi sentimen positif bagi perusahaan starup lainnya untuk mengikuti…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…