Tingkatkan Penjualan, Bisnis TAXI Makin Kencang - Banyak Diminati Investor

NERACA

Jakarta – Rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi akan membawa efek banyaknya pengguna kendaraan pribadi beralih kepada transportasi umum. Peluang inilah yang tengah dibidik PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) untuk meningkatkan kinerjannya dengan terus menambah armada.

Analis Transportasi Kim Eng Securities Pandu Anugrah pernah bilang, saham TAXI tengah banyak diminati investor. Telebih, setelah ada pertemuan perseroan dan investor di Singapura, terlihat antusiasme pada TAXI cukup kuat. Terutama mengingat reli harga saham baru-baru ini dan diferensiasi unik dari model bisnis kemitraannya, “Beberapa peserta telah bertemu manajemen sebelumnya, tetapi tidak memiliki posisi di saham, sementara yang lain baru dengan minat besar untuk belajar tentang model bisnis perusahaan,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurut Pandu, salah satu pertanyaan menarik yang kerap dilontarkan investor apakah pesaing TAXI akan segera mengikuti model bisnis program kemitraan perseroan. Manajemen TAXI meyakini, meski tidak menutup kemungkinan, namun bagi operator kecil yang memiliki armada kurang dari 2000 unit, perubahan strategi dari komisi yang berdasarkan model bisnis kemitraan akan menciptakan gangguan operasi. Apalagi untuk operator dengan jumlah armada besar seperti Blue Bird.

Sementara itu, mengingat pengendara menjadi faktor terpenting dalam mendukung rencana ekspansi, ada tiga sumber dimana perusahaan dapat menemukan pengendara baru. Pertama dari pesaing utama, kedua dari pengendara cadangan yang ada. Sedangkan opsi ketiga adalah proses perekrutan pengendara baru yang reguler. “Kita percaya bahwa kunci keunggulan kompetitif untuk menarik pengendara baru TAXI adalah program kemitraannya,”ujarnya.

TAXI sudah menjamin sekitar 3.300 izin baru yang belum terpakai. Izin tersebut sebagian akan digunakan untuk operasi 2.000 armada baru pada 2013. Manajemen berkeyakinan karena posisinya di pasar domestik yang kuat, mengamankan lisensi baru tidak akan sulit.

Ekspansi Bisnis

Dengan ekspansi armada yang berlangsung dan program kemitraannya, TAXI siap mencatatkan CAGR 46% dari penghasilan lebih kuat 2013-2015,mengalahkan perusahaan lain sejenis yang memiliki pertumbuhan laba rata-rata satu digit. “Dengan demikian, kita mempertahankan rekomendasi beli dengan target harga tetap di Rp1.500,”ucapnya.

Belum lama ini, perseroan menggandeng perusahaan taksi asal Malaysia Sunlight Taxi untuk kerjasa fasilitas kenyamanan bagi konsumennya. Presiden Direktur Express Group, Daniel Podiman pernah bilang, kerjasama Express Trasindo dengan Sunlight Taxi berupa penggunaan aplikasi Unicablink di smartphone untuk memesan taksi lintas negara, “Suatu kehormatan bagi kami dapat bekerja sama dengan Sunlight Taxi yang merupakan salah satu operator taksi terbesar di Malaysia,”katanya.

Menurutnya, dengan kerjasama dalam aplikasi Unicablink akan memudahkan pelanggan taksi baik di Indonesia maupun Malaysia dalam melakukanmobile bookingdengan cukup satu aplikasi.

Realisasi IPO

Sebagai informasi, hingga 31 Maret 2013, PT Express Transindo Utama Tbk masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp310,903 miliar. Saat ini, sebanyak Rp250 miliar dari dana tersebut berada di investasi jangka pendek dan sisanya pada rekening koran CIMB Niaga.

Direktur Keuangan Perseroan David Santoso, menyebutkan, dari total dana bersih IPO yang dilakukan Oktober 2012 lalu, perseroan meraih Rp399,499 miliar. Rencananya perseroan akan melakukan pengembangan investasi baru dengan dana Rp248,603 miliar, pelunasan pinjaman kepada BCA Rp79,90 miliar, akuisisi EMK sebesar Rp67,001 miliar dan modal kerja Rp3,995 miliar.

Sementara itu, realisasi penggunaan dana baru sebesar Rp64,025 miliar untuk pengembangan investasi baru, Rp24,57 miliar sehingga dana total yang sudah direalisasikan mencapai Rp88,596 miliar. (bani)

Related posts