Tingkatkan Efisiensi, Temas Line Remajakan Kapal - Investasi Sekitar US$ 7 Juta

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan efisiensi dan pengurangan biaya besar, PT Pelayaran Tempuran Mas Tbk atau Temas Lina (TMAS) akan melakukan peremajaan atas kapal-kapal yang berusia diatas 30 tahun.

Kata Direktur PT Pelayaran Tempuran Mas Tbk, Ferdy Suwandi, peremajaan kapal dilakukan untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi biaya, “Tahun ini kita mendatangkan kapal dua kapal baru dengan nilai investasi sekitar US$ 7 juta,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, efisiensi yang telah dilakukan perseroan telah membuahkan hasil. Dimana secara keseluruhan utilitas penggunaan armada meningkat secara volume dengan total angkut tahun 2012 sebesar 198 ribu TEus dibandingkan tahun lalu sebesar 186 ribu TEus.

Dia menuturkan, tahun ini perseroan tidak akan menambahkan kapal baru. Pasalnya, penambahan kapal baru sudah dilakukan tahun lalu. Dimana dua unit akan didatangkan pada semester pertama dan berikutnya tujuh kapalnya akan didatangkan pada akhir semester dua tahun ini.

Dia menambahkan, penurunan minyak dunia dinilainya kabar positif karena bisa meningkatkan efisiensi usaha. Pasalnya, hampir 40% biaya produksi dihabiskan untuk BBM. Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2012 sebesar Rp 11,99 miliar atau setara Rp10,50 per saham. Disebutkan, total pembagian yang dilakukan perseroan ini mencapai 10% dari perolehan laba bersih yang diperoleh sepanjang 2012 sebesar Rp119,90 miliar.

Rencananya, dividen akan dibagikan pada Mei 2013. Asal tahu saja, sepanjang 2012 lalu emiten sektor pelayaran berkode saham TMAS ini membukukan pendapatan jasa senilai Rp1,08 triliun atau tumbuh 11,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp958,3 miliar.

Seiring peningkatan pendapatan, laba bersih juga meningkat menjadi Rp119,9 miliar, naik 4 kali lipat dibandingkan 2011 sebesar Rp26,6 miliar. Sementara itu pada tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp207,60 miliar.

Sekitar US$7 juta atau Rp67,90 miliar akan digunakan untuk membiayai pembelian dua kapal pengganti dua kapal lama yang usianya sudah mencapai 30 tahun. Selain pembelian kapal, belanja modal juga akan digunakan untuk membeli berbagai alat berat (heavy equipment) seperti loader, conveyer dan sebagainya untuk menunjang kegiatan bongkar muat kapal di pelabuhan.

Analis pasar modal, Reza Priyambada pernah bilang, kinerja emiten pelayaran masih bergerak stagnan seiri imbas sentimen negatif global plus beban operasional yang cukup tinggi. Namun, untuk emiten pelayaran yang berorientasi di dalam negeri, sentimen global tidak menjadi pengaruh yang signifikan. (bani)

Related posts