Adhi Karya Tagih Pemerintah Soal Rights Issue - Bagikan Dividen Rp 42,32 Miliar

NERACA

Jakarta – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menegaskan masih menunggu keputusan pemerintah sebagai pemegang saham soal rencana penawaran umum terbatas atau rights issue perseroan yang saat ini tertunda.

Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Kiswodarmawan mengatakan, rencana rights issue sudah disetujui sejak tahun 2008. Namun karena belum menjadi prioritas pemerintah akhirnya tertunda, “Kita masih tunggu keputusan pemerintah untuk mengambil saham rights issue melalui PNM, karena sesuai aturan saham pemerintah di BUMN minimal 51%,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Sebelumnya, Adhi Karya berencana melalukan rights issue dengan melepas sekitar 30% saham baru dengan target perolehan dana sebesar Rp 2 triliun. Perseroan sendiri berharap pelaksanaan rights issue bisa di gelar tahun ini. Nantinya, dana hasil rights rights issue akan digunakan untuk membiayai belanja modal tahun ini sekitar Rp 700 miliar. Dana itu juga dialokasikan untuk membiayai pembangunan monorel sekitar Rp 1,2 triliun.

Selain itu, perseroan mengungkapkan hingga kuartal pertama 2013 perolehan kontrak baru mencapai Rp 2 triliun dengan penjualan Rp 1,45 triliun dan laba bersih Rp 11,5 miliar atau tumbuh dibandingkan priode yang sama tahun lalu sebesar Rp 7 miliar.

Tahun ini, perseroan menargetkan kontrak baru sekitar Rp 14 triliun, penjualan sebesar Rp 12,8 triliun dan laba bersih sekitar Rp 450 miliar. Bisnis perseroan sendiri saat ini masih didominasi sektor kontruksi, kemudian disusul energi, properti dan Adhi Realty.

Menurut Kiswodarmawan, penjualan di sektor properti atau Adhi Realty kontribusinya masih kecil tahun ini. Oleh karena itu, kedepan perseroan akan lebih selektif memilih market untuk memulai bisnis property dan realty secara professional.

Disebutkan, perseroan akan melanjutkan bisnis property dengan membangun hotel di tanah milik Adhi untuk mengembangkan aset dan membangun pabrik precast di Sadang, Purwakarta dan di Mojokerto Jawa Timur. Selanjutnya, perseroan akan menyiapkan bisnis infrastruktur transportasi dengan moda monorel dan pembangunan power plant.

Sebagai informasi, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS). PT Adhi Karya Tbk akan membagikan dividen tunai sebesar Rp42,32 miliar kepada pemegang saham atau sebesar 20% dari laba bersih 2012 sebesar Rp211,59 miliar. Jumlah tersebut setara dengan Rp23,49 per saham, dan akan dibagikan pada 28 Mei 2013. “Jadi, nilai dividen tahun 2012 sebesar Rp 42,32 miliar,” kata Kiswodarmawan.

Adapun sisa laba bersih sebesar Rp 169,27 miliar di tahun 2012, kata Kiswodarmawan akan digunakan sebagai tambahan saldo laba perseroan. Dalam RUPS ini sendiri, selain pembagian dividen, perseroan juga melakukan perombakan direksi.

Perseroan mengganti Direktur Operasional I Teuku Bagus M Nur Dan Direktur Operasional II Sumardiono. Dan mengangkat Giri Sudaryono sebagai Direktur Operasional I dan Djoko Prabowo sebagai Direktur Operasional II. (bani)

BERITA TERKAIT

BEI Tagih Penjelasan SOCI Soal Hasil PKPU

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menanti jawaban manajemen PT Soechi Lines Tbk (SOCI) terkait putusan Pengadilan…

Pemerintah Tetapkan Hasil Penjualan SBR004 Rp7,3 Triliun

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan hasil penjualan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR004 sebesar Rp7,3 triliun dengan…

Pemerintah & DPR Sepakat Kurs Rp 14.500 per US$ - PERUBAHAN ASUMSI MAKRO EKONOMI RAPBN 2019

Jakarta-Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR akhirnya sepakat untuk mengubah kembali asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi Rp14.500 dari…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…