Bank Jabar Banten Raup Laba Rp372 Miliar

NERACA

Jakarta-PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp372 miliar pada kuartal pertama 2013 atau mengalami pertumbuhan 37,5% dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp270,35 miliar.

Direktur Utama Bank Bank Jabar Banten, Bien Subiantoro mengatakan, meningkatnya aktivitas bisnis antara lain dari sisi pertumbuhan kredit dan pengelolaan dana pihak ketiga telah menopang kenaikan profitabilitas perseroan. Pada kuartal ketiga 2013, dana pihak ketiga yang dicatatkan perseroan adalah sebesar Rp45 triliun, dan dari sisi kredit mencapai Rp37,8 triliun secara year on year atau naik sebesar 36%.

Kontribusi terbesar dari total kredit tersebut, lanjut dia, disumbangkan oleh kredit KPR, yang mencapai Rp2,287 triliun atau naik sebesar 244,8% secara year on year. “Ke depan kita berupaya pertumbuhan kredit KPR bisa terus bertumbuh dengan baik, sehingga nanti bisa bersaing dengan bank-bank nasional yang sebelumnya memang sudah masuk ke bisnis KPR”, ucapnya di Jakarta pada akhir pekan kemarin.

Pada kuartal pertama 2013, pendapatan bunga bersih konsolidasi perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 37,74% atau menjadi Rp 1,15 triliun dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp838,02 miliar. Sementara untuk laba operasional konsolidasi menjadi Rp468,11 miliar dari sebelumnya sebesar Rp374,04 miliar. Beban operasional selain bunga bersih konsolidasi menjadi Rp686,21 miliar dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp463,97 miliar.

Pencapaian kinerja Bank BJB pada kuartal pertama tahun ini yang dinilai cukup agresif, menurut Bien terbukti dari ekspansi kredit di awal tahun ini yang tumbuh secara signifikan, dengan kenaikan sebesar 36% apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit pada periode yang sama ditahun sebelumnya. “Dengan kondisi yang masih baru bangun dan belum panas, sekarang ekspansi kredit BJB sudah baik. Tumbuh relatif cepat dibandingkan tahun lalu.”ujarnya.

Untuk meningkatkan kinerja perseroan ke depan, kata dia, perseroan akan terus melakukan ekspansi usaha, baik di bidang dana maupun kredit. Selain pertumbuhan kredit KPR, perseroan mencatatkan pertumbuhan kredit mikro secara signifikan atau sebesar 65,4% secara year on year atau menjadi Rp5,1 triliun.

Disusul sektor kommersial naik sebesar 33,5% atau menjadi Rp5,7 triliun, sektor mortgage sebesar 24,8% atau menjadi Rp2,2 triliun dan kredit sektor consumer sebesar 24%. “Kita harapkan sektor mikro bisa kita terus kembangkan dari waktu ke waktu. Kita juga akan terus ekspansi baik di bidang dana maupun kredit,” ucapnya.

Related posts