BRI Menilai Berdampak Kecil ke Inflasi - Harga BBM Naik

NERACA

Jakarta - Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, Sofyan Basyir, menilai rencana naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi kendaraan pribadi roda empat berdampak kecil terhadap inflasi. \"Kenaikan BBM untuk kendaraan pribadi dampaknya kecil terhadap inflasi karena harga BBM untuk perusahaan tidak berubah, justru daya beli masyarakat terutama kelas menengah nantinya akan berkurang,\" ujar dia di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan selama ini yang menikmati BBM subsidi cenderung dari masyarakat menengah atas, dengan naiknya harga BBM subsidi bagi kendaraan roda empat maka masyarakat di level itu akan mengeluarkan dana lebih untuk konsumsi BBM. Sementara itu, lanjut dia, untuk masyarakat kelas menegah bawah diperkirakan tidak merasakan dampak signifikan seiring masih minimnya konsumsi BBM.

\"Tidak akan terjadi kenaikan inflasi yang signifikan, kalau kenaikan harga BBM untuk semua kalangan maka itu akan berpotensi inflasi signifikan. Saya mendukung kenaikan BBM, karena BBM bersubsidi itu larinya ke menengah ke atas, bukan ke menengah bawah,\" ujar Sofyan, seraya menambahkan.

Dia juga mengatakan untuk mendorong masyarakat kecil pihaknya telah menyalurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) mikro dan ritel sebesar Rp70 triliun kepada 7,2 juta nasabahnya. \"Sudah ada 7,2 juta debitur KUR sejak lima tahun,\" tambahnya. Sofyan mengaku akan terus meningkatkan penyaluran KUR ke daerah-daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kelas bawah meski risikonya dinilai banyak kalangan cukup besar.

\"Kami tidak takut untuk membantu rakyat miskin,\" ucapnya. Dia pun menambahkan dana simpanan pedesaan (simpedes) BRI juga mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Dengan adanya Simpedes maka akses pendanaan bagi petani dapat tersalurkan.[ardi]

Related posts