PNM Bantu Manajemen Kelangsungan Usaha UMK

NERACA

Balikpapan - Kesadaran para pelaku usaha mikro kecil (UMK) untuk mau berinovasi dan lebih maju usahanya masih minim. Mereka sering terjebak pada pola pikir cepat puas dengan usahanya saat ini. Hal ini dinilai menjadi salah satu sumber kendala bagi kelangsungan usaha industri UMK di Indonesia.

“Seperti pada umumnya UMK kita, mereka masih terjebak dengan pola pikir cepat puas dengan usahanya. Yang penting, kebutuhan primer terpenuhi mereka merasa cukup dan enggan mengembangkan usahanya. Pola pikir inilah yang coba kita ubah,” ujar Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) PNM, Arief Mulyadi di Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (20/4) pekan lalu.

Menyadari hal itu, lembaga keuangan nonbank milik negara yang fokus pada pemberdayaan usaha mikro kecil (UMK), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM terus melakukan pelatihan dan pendampingan usaha kepada para pelaku UMK. Program ini diharapkan mampu memberi nilai tambah (added value) bagi bisnis UMK.

Tercatat sepanjang 2012, PNM telah melakukan program pelatihan regular sebanyak 132 kali kepada sekitar 7.425 nasabah. Pada tahun ini, ditargetkan pelatihan akan diberikan kepada sekitar 10 ribu nasabah. “Program capacity building ini akan terus kami lakukan sebagai wujud komitmen PNM dalam memberikan pelayanan maksimal kepada nasabah kami. Dan sebaliknya, program ini akan mendukung bisnis pembiayaan mikro PNM,” tambahnya.

Kali ini, PNM menggelar pelatihan nasabah ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) di PNM Cabang Balikpapan kepada 75 nasabah UMK sektor perdagangan dan perkebunan yang berasal dari Kantor Klaster Samarinda.

“Program pendampingan plus pembiayaan masih menjadi diferensiasi kami dibandingkan dengan pesaing. Diharapkan pelatihan rutin yang kerap dilakukan pada nasabah kami di Kalimantan Timur dapat mengubah mind set sehingga mereka terus berinovasi agar usahanya semakin maju dan berdaya saing,” kata Pemimpin PNM Cabang Balikpapan, Muhammad Ramzan.

Menurut dia, UMK di Balikpapan dan Samarinda didominasi sektor perdagangan ritel. Daerah tersebut terdapat cukup banyak UMK di sektor perkebunan khususnya trading hasil sawit sesuai dengan potensi alam yang ada.

Melihat potensi bisnis mikro ini, PNM Cabang Balikpapan pada awal tahun ini melakukan ekspansi jaringan layanan bisnis dengan menambah kantor ULaMM di Simpang Pait, Kabupaten Paser. “Penambahan jaringan ini berkontribusi pada bertambahnya nasabah yang bergerak di bidang trading hasil sawit,” tuturnya.

Ekspansi jaringan tersebut berpengaruh positif pada capaian kinerja PNM Cabang Balikpapan. Total nasabah PNM Cabang Balikpapan hingga Maret 2013 mencapai 1.016 orang dengan penyaluran pembiayaan mencapai Rp38 miliar, tumbuh 9% dari periode yang sama di 2012 sebesar Rp34 miliar.

Hingga saat ini PNM Balikpapan telah memiliki 2 kantor klaster yaitu Balikpapan dan Samarinda. Klaster Balikpapan membawahi 6 kantor ULaMM yaitu Balikpapan, Sepinggan, Soekarno Hatta, Kebun Sayur, Tanah Grogot, dan Simpang Pait. Sedangkan Klaster Samarinda membawahi 6 kantor ULaMM yaitu Sungai Kunjang, Pasar Segiri, Samarinda Seberang, Lempake, Sangatta, dan Bontang.[mohar]

Related posts