Awal Pekan, IHSG Masih Cenderung Menguat

NERACA

Jakarta – Melesatnya pertumbuhan indeks BEI hingga di level 5000 point, rupanya langsung diburu pelaku pasar untuk melakukan aksi ambil untung. Alhasil pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Jum’at akhir pekan kemarin ditutup melemah 14,177 poin (0,28%) ke level 4.998,461. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 2,594 poin (0,31%) ke level 846,953.

Indeks satu-satunya bursa yang melemah di tengah penguatan pasar saham Asia. Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, dari sentimen eksternal, pergerakan IHSG masih dibayangi oleh beberapa data makro ekonomi AS yang dibawa ekspektasi, “Aksi ambil untung menjadi pemicu indeks BEI kembali terkoreksi,”katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Kendatipun demikian, dirinya memperkirakan IHSG Senin awal pekan akan cenderung bergerak konsolidasi. Dimana investor masih akan mencoba melakukan antisipasi beli terkait laporan keuangan emiten kuartal pertama.

Sementara analis Sinarmas Sekuritas, Tessa Mulia menambahkan, secara teknikal indeks BEI awal pekan diperkirakan bergerak \'mixed\' dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.975-5.020 poin.

Menurutnya, saham-saham domestik yang dapat diperhatikan diantaranya Astra Agro Lestari (AALI), Kalbe Farma (KLBF), Express Transindo Utama (TAXI), Waskita Karya (WSKT), “Tidak hanya itu, indeks BEI pekan depan juga akan dipengaruhi oleh hasil pertemuan G20 yang diprediksi membahas pergerakan nilai tukar terutama yen Jepang,”ujarnya.

Pada perdagangan Jum’at akhir pekan kemarin, sektor industri yang diawal perdagangan masih banyak menguat, diakhir langsung berjatuhan ke zona merah. Hanya dua sektor masih bertahan, yaitu sektor agrikultur dan konstruksi.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 150.118 kali pada volume 6,698 miliar lembar saham senilai Rp 6,722 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 154 saham turun, dan 97 saham stagnan.

Aksi beli terjadi di pasar saham regional jelang pertemuan G20 di Washington. Pelaku pasar regional berharap banyak pertemuan itu bisa menghasilkan kebijakan demi pertumbuhan ekonomi dunia.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.350 ke Rp 8.100, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 950 ke Rp 25.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 18.600, dan Bank of India (BSWD) naik Rp 310 ke Rp 1.710.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 325.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.550 ke Rp 50.100, Mayora (MYOR) turun Rp 1.250 ke Rp 29.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.100 ke Rp 37.350.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat tipis 7,306 poin (0,15%) ke level 5.019,944. Sementara Indeks LQ45 bertambah 1,192 poin (0,14%) ke level 850,739. Saham-saham unggulan, terutama yang sudah melaporkan akan membagi dividen, diincar oleh investor. Membuat tujuh sektor di lantai bursa menguat, dipimpin sektor konstruksi

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 80.751 kali pada volume 3,669 miliar lembar saham senilai Rp 3,361 triliun. Sebanyak 104 saham naik, sisanya 110 saham turun, dan 110 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.350 ke Rp 8.100, Lion Metal (LION) naik Rp 350 ke Rp 15.350, Bank of India (BSWD) naik Rp 310 ke Rp 1.710, dan Telkom (TLKM) naik Rp 300 ke Rp 11.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 9.000 ke Rp 321.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 37.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 50.850, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 83.900.

Sebelumnya diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 7,96 poin atau 0,16% ke posisi 5.004,68. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 1,99 poin (0,23%) ke level 849,55, “Dengan minimnya sentimen positif baru, IHSG BEI yang juga telah menguat sekitar 2,4% dalam tiga hari terakhir dan telah menembus level psikologis 5.000 cukup rawan ambil untung,\" kata analis Samuel Sekuritas Yualdo Yudoprawiro.

Oleh karena itu, dia sudah memprediksikan, beberapa sektor yang telah menguat signifikan sepanjang pekan kemarin seperti semen, telekomunikasi, konstruksi dan perbankan akan mendorong pelaku pasar mengambil posisi jual.

Dia juga menambahkan, dari eksternal bursa Asia juga dibuka berfluktuasi dengan kecenderungan melemah memfaktorkan negatifnya bursa global, “Bursa AS dan Eropa melanjutkan koreksinya seiring rilis beberapa data ekonomi AS yang lebih buruk dari ekspektasi kembali membuat kehawatiran perlambatan ekonomi AS,\"jelasnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, Jum’at akhir pekan dibuka menguat 133,84 poin (0,62%) ke level 21.646,36, indeks Nikkei-225 naik 32,32 poin (0,24%) ke level 13.252,39, Straits Times melemah 9,95 poin (0,30%) ke posisi 3.286,42. (bani)

Related posts