Indonesia Ingin Jadi Produsen Terbesar Sejagat di 2015 - Budidaya Ikan Hias

NERACA

Bekasi - Tingginya minat masyarakat terhadap ikan hias Indonesia saat ini membuat semakin banyak pembudidaya ikan ataupun para pemasar yang mengusahakan ikan hias sebagai komoditas andalan, sehingga memiliki potensi peningkatan ekonomi nasional.

\\\"Oleh karena itu, perlu adanya kesatuan visi dan misi antara pemerintah, asosiasi dan stakeholder ikan hias dalam mendukung industrialisasi ikan hias dan sekaligus menggalang komitmen untuk menyusun satu strategi nasional dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai produsen terbesar ikan hias pada tahun 2015,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (Dirjen PB) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Slamet Soebjakto, saat membuka Forum Budidaya Ikan Hias 2013, di Bekasi, Jum’at (19/4).

Lebih jauh lagi Slamet mengungkap kalau Ikan hias Indonesia memiliki keragaman baik bentuk tubuh dan warna yang indah sehingga dipercaya dapat mengurangi stress oleh para pencinta ikan hias dan hobbies baik di Indonesia maupun di dunia.

Untuk itu,ujar Slamet salah satu upaya yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam mengembangkan ikan hias baik air tawar maupun air laut, diwujudkan melalui pengembangan kawasan Minapolitan ikan hias pada tahun 2011 yang lalu di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Dalam pengembangan ikan hias munuju Industrialisasi perikanan budidaya berbasis blue economy, KKP senantiasa berupaya membangun dan menciptakan iklim berusaha yang baik dengan pendekatan penguatan sistem akuabisnis secara terpadu dari mulai hulu (teknologi produksi, sarana dan prasarana) hingga hilir (pemasaran), termasuk menciptakan pola-pola kemitraan yang sehat antara pengusaha/swasta dan masyarakat (pembudidaya ikan, pemasar, hobbies dan eksportir).

Cenderung Meningkat

Perkembangan produksi budidaya ikan hias Indonesia selama tahun 2009-2012 cenderung meningkat yakni sebesar 566 juta ekor pada tahun 2009 menjadi 978 juta ekor pada tahun 2012 (angka sementara) atau mengalami peningkatan rata-rata sebesar 18,9% per tahun. Produksi ikan hias pada tahun 2012 telah melampaui target sebesar 850 juta ekor atau 115,16 %. Sampai dengan tahun 2011, Indonesia menduduki ranking ke-5 ekportir ikan hias dunia setelah Rep. Ceko, Thailand, Jepang dan Singapura. Potensi ekspor ikan hias Indonesia sendiri diperkirakan mencapai US $ 60 juta sampai dengan US $ 65 juta.

Dengan jumlah species ikan hias air tawar sebanyak lebih dari 450 species dari total 1.100 species ikan hias air tawar di dunia dan untuk ikan hias air laut Indonesia memiliki lebih dari 700 jenis species yang sebagian besar hanya terdapat di Indonesia. Potensi ini apabila di tangani secara serius antara pemerintah dan seluruh stakeholders ikan hias Indonesia maka Indonesia akan mampu berbicara banyak di pasar Internasional dan menjadi eksportir terbesar didunia.

Selain itu, potensi tanaman hias air Indonesia juga cukup besar. Berdasarkan data dari pelaku tanaman hias air bahwa ekspor tanaman hias air pada tahun 2008 sebanyak 1,5 juta batang dan mengalami peningkatan pada tahun 2011 sebanyak 3 juta batang, dimana trendnya setiap tahun mengalami peningkatan permintaan ekspor.

Tujuan ekspor tanaman hias air Indonesia umumnya kepada negara-negara yang mempunyai 4 dan 2 musim seperti negara-negara di Eropa, Amerika dan Asia antara lain: Spanyol, New Zealand, Turki, Belanda, Jerman, Denmark,Portugis, Hawaii, Jepang, Singapura dan seterusnya, tetapi tujuan utama ekspor sampai saat ini adalah negara-negara di Eropa dan Amerika.

Beberapa daerah di Indonesia sudah berhasil mengembangkan serta memasarkan komoditas ikan hias dengan harga cukup baik seperti diantaranya jenis : arowana, discus, cupang, koi, louhan, guppy, koki, dan jenis ikan hias air tawar lainnya. Sementara jenis ikan hias laut seperti : clown fish, damsel, chromis, marine angel, scorpion, butterfly, scooter blenny, wrasse, trigger fish, beaked coral fish, sea horse, cardinal, sudah berhasil dibudidayakan.

Kegiatan Budidaya

UPT Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) telah melaksanakan kegiatan budidaya ikan hias yaitu BBPBAT Sukabumi (koi, koki, arwana, cupang, manfish, sumatra, balasark dan coridoras), BBPBL Lampung (kuda laut dan clown fish), BBPBAP Jepara (clown fish), BBAT Jambi (arwana, botia, belida, benih jelawat dan benih kapiat), BBAP Situbondo (benih kerapu tikus), BBL Ambon (angel piyama, banggai cardinal, blue devil, siklid, clown fish dan zebra), BBAT Mandiangin (koi, komet, arwana dan belida), BBAT Tatelu (siklid, komet, koki, platy koral, guppy, cupang, black molly, manfish dan black ghost). “Ini membuktikan bahwa DJPB juga mengembangkan teknologi budidaya ikan hias, untuk memenuhi kebutuhan para pembudidaya dalam mengembangkan usaha ikan hias” sambung Slamet.

Sebagai ujung tombak pemasaran dari komoditas ikan hias adalah promosi melalui kontes-kontes dan lomba-lomba baik lokal ataupun nasional serta membentuk jejaring kerja dengan menggalang persatuan sesama produsen, pemasar, dan eksportir serta lembaga terkait lainnya yang diharapkan dapat meningkatkan harga jual ikan hias Indonesia serta dapat menggairahkan pasar ikan hias nasional.

Related posts