Pertumbuhan Kredit BTN Capai Rp88,51 Triliun - Kinerja Triwulan I 2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk membukukan kenaikan kredit sebesar 28,62% atau meningkat dari Rp66,48 triliun pada akhir 2012 menjadi Rp88,51 triliun di triwulan I 2013. Sementara laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp334 miliar, tumbuh dari posisi yang sama tahun 2012 senilai Rp313 miliar.

\"Kinerja tiga bulan pertama tahun ini masih menunjukkan konsistensi kami pada bisnis inti (core business) dalam pembiayaan industri perumahan,\" kata Direktur BTN, Evi Firmansyah saat jumpa pers di Menara BTN, Jakarta, Kamis (18/4).

Dia mengatakan, porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan porsi 86,2% dari total kredit yang disalurkan selama triwulan pertama sebesar Rp73,7 triliun. Sementara itu, sisanya yang sebesar 13,8% atau sebesar Rp11,84 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan. \"Hal ini mengindikasikan kinerja pembiayaan masih sesuai dengan strategi bisnis bank untuk pinjaman perumahan (housing loan), yakni di atas 85%,\" ujar Evi.

Dia pun memproyeksikan kredit yang diberikan Bank BTN akan terus tumbuh hingga akhir 2013. \"Kami menargetkan tahun 2013 kredit Bank BTN akan tumbuh sekitar 26%-30%,\" katanya. Evi juga menambahkan, pihaknya tetap akan memberikan dukungan pada program Pemerintah dalam bidang perumahan melalui skim FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan).

Kendati pertumbuhan kredit naik, kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) juga naik 1,5% menjadi 4,77% dari sebelumnya 3,22%. \"Kami perkirakan kuartal II 2013 akan membaik,\" ujar Evi. Selain itu, dia menjelaskan rasa optimis perseroan itu didukung oleh tiga langkah strategis yang akan dilakukan perseroan dalam tahun 2013 antara lain Percepatan Bisnis, Peningkatan Pelayanan dan Penerapan Tata Kelola Perusahaan.

BTN, sambung dia, juga membukukan aset sebesar Rp120,178 triliun atau tumbuh 31,6% dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp91,317 triliun. Perseroan tercatat telah memberikan kontribusi secara nasional yang cukup tinggi, yaitu 98% pada tahun 2012. Tahun ini perseroan menyatakan siap memberikan dukungannya dengan kapasitas yang lebih besar.

Sementara untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dari Rp64,692 triliun pada tahun 2012 menjadi Rp87,087 triliun pada tahun 2013. Dana Pihak Ketiga BTN pada tahun 2013 pertumbuhannya mencapai 34,62%. Pertumbuhan ini jauh lebih tinggi dibanding kredit yang disalurkan oleh perseroan. Hal ini berdampak pada penurunan LDR (loan to deposit ratio) yang pada 31 Maret 2013 berada dalam rentang ideal menurut Bank Indonesia (BI), yaitu 98,19%.

BTN, lanjut Evi, mencatatkan interest income di triwuan I 2013 sebesar Rp2,523 triliun atau tumbuh 19,51% dari posisi yang sama tahun 2012 sebesar Rp2,111 triliun. Net interest income BTN juga tercatat Rp1,270 triliun, lebih baik dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp1,082 triliun. [kam]

BERITA TERKAIT

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Dilema Pertumbuhan vs Stabilitas

Persoalan target pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas mata rupiah selalu menjadi pembahasan banyak pihak. Pasalnya, untuk menjaga stabilitas rupiah, BI…

Forza Land Hanya Fokus Proyek Eksisting - Jaga Pertumbuhan Bisnis

NERACA Jakarta – Memasuki tahun politik, PT Forza Land Indonesia Tbk (FORZ), emiten yang bergerak dalam bidang perdagangan dan jasa…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank SulutGo Ajukan Izin Terbitkan Kartu Debit

  NERACA   Manado - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo) mengajukan permohonan izin kepada Bank…

Rasio Kredit Macet Di Sulteng Aman

    NERACA   Palu - Kepala kantor perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Miyono mengatakan rasio kredit macet atau…

Sinergi Pesantren dengan Pembiayaan Ultra Mikro

      NERACA   Jakarta - Pemerintah mendorong sinergi pondok pesantren dengan program pembiayaan Ultra Mikro yang diyakini dapat…