Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp 1,9 Triliun

NERACA

Jakarta- Hingga Maret 2013, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan kontrak baru senilai Rp1,9 triliun hingga Maret 2013 dari target kontrak baru 2013 sekitar Rp16,8 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (18/4).

Disebutkan, kontrak baru yang telah diraih hingga Maret 2013 tersebut baru 11,31% dari target 2013. Proyek yang dikerjakan dalam kontrak baru tersebut antara lain PT Pupuk Sriwijaya, pembangunan lapangan peti kemas, Hotel Loor Lin Solo.

Selain itu, perseroan mengerjakan pembangunan Gedung Mandiri Solo dan Padma Resort Bali. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp211,59 miliar pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp182,11 miliar. Pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp7,62 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp6,69 triliun.

Sebagai informasi, tahun ini perseroan menargetkan laba bersih sebesar Rp454 miliar atau mengalami peningkatan sebesar 113,15% dibanding tahun lalu dapat terealisasi. Sekretaris Perusahaan PT Adhi Karya Tbk, Amrozi Hamidi pernah bilang, tahun ini target kenaikan laba diharapkan bisa dua kali lipat dari tahun lalu yang mencapai Rp213 miliar.

Menurutnya, kenaikan laba tersebut seiring dengan target pendapatan senilai Rp 13,3 triliun, atau naik 38,5% dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 9,6 triliun. Kinerja perseroan di tahun 2013 ini akan didukung oleh adanya sejumlah proyek yang dikerjakan.

Terlebih perseroan telah menandatangi beberapa kontrak baru untuk pembangunan jalan dan hotel di beberapa kota di Indonesia. Bahkan sampai dengan Februari 2013 saja, perseroan mencatat telah membukukan nilai kontrak sebesar Rp 377 miliar.

Beberapa kontrak baru yang akan dikerjakan perseroan, lanjut dia, antara lain pembangunan jalan raya, pembangunan Hotel Lor In Solo, pembangunan Hotel Pullman di Jakarta, dan pembangunan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Banjarmasin, “Tahun ini kami target kontrak baru senilai Rp 16,8 triliun,\" ujarnya.

Adapun nilai kontrak dari masing-masing proyek tersebut, kata dia, senilai Rp117 miliar dari pembangunan jalan raya yang tersebar di berbagai daerah, kantor PDAM di Banjarmasin senilai Rp 40 miliar, dan pembangunan Hotel Pullman di Jakarta senilai Rp 41 miliar. Sementara sisanya, atau senilai Rp 179 miliar berasal dari proyek-proyek lain yang dinilai tidak terlalu besar. (bani)

BERITA TERKAIT

Pertama di Asia, BEI Raih ISO 22301:2012

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi bursa efek pertama di Asia Pasifik dan yang kedua di dunia yang berhasil mendapatkan…

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Indosat Anggarkan Capex Rp 8 Triliun - Perluas Jaringan Ke Luar Jawa

NERACA Bandar Lampung- Perluas jaringan ke luar pulau Jawa, PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo menganggarkan belanja modal atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

IHSG Sepekan Tumbuh 1,07% - Kapitalisasi Pasar di BEI Capai Rp 7 Triliun

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin atau priode 16 hingga…

BEI Padang Ikut Gelar Tes Serentak CMP DP

Sebanyak 86 peserta mengikuti tes tertulis tenaga profesional pasar modal untuk mengikuti Capital Market Professional-Development Program (CMP-DP) 2018 yang diselenggarakan…

Indofarma Anggarkan Capex Rp 160 Miliar

Danai pengembangan bisnis, PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF) tahun ini menganggarkan belanja modal atau (capital expenditure /capex) sebesar Rp160 miliar.…