Mandiri dan BRI Siap Terima DHE Migas

NERACA

Jakarta - Pelaporan devisa hasil ekspor (DHE) sektor industri minyak dan gas (migas) ke perbankan nasional masih minim. Padahal, dari sisi perbankan, khususnya tiga bank BUMN yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk, mengaku siap dengan sistemnya menerima penempatan DHE dari para kontraktor migas.

Hal ini semakin diperkuat dengan terbitnya Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 14/11/PBI/2012 (Penyempurnaan dari PBI Nomor 13/20/PBI/2011) yang mewajibkan eksportir memasukkan DHE mereka di perbankan nasional dan melaporkan Rincian Transaksi Ekspor (RTE) ke BI.

Direktur Corporate Banking Bank Mandiri, Fransisca Nelwan Mok, menuturkan dana DHE memang harus ada di dalam negeri sehingga perputaran uang itu ada di sini. Tentunya, hal tersebut akan mendukung perekonomian nasional ke depan.

“Kalau dana-dana itu (DHE Migas) masuk ke Indonesia, maka kita akan memiliki dana lebih, khususnya dalam bentuk dolar AS, untuk pembiayaan ke depan. Saat ini, dana dolar AS di dalam negeri masih kecil sekali jika dibandingkan dengan jumlah dana keseluruhan (yang beredar). Maka kemampuan kita memberikan kredit dalam dolar AS masih kecil,” tutur dia.

Menurut Fransisca, aturan yang mengharuskan DHE itu masuk ke perbankan nasional itu masih lebih baik daripada aturan di negara-negara lain. “Indonesia sangat baik aturan-aturannya, di mana devisa yang dihasilkan hanya dilewatkan di perbankan nasional. Tapi di negara lain sangat keras. Kalau negara lain bukan hanya harus stay selama enam bulan. Di India misalnya, begitu uangnya masuk harus dikonversi ke mata uang mereka (rupee). Ini berbeda dengan kita yang numpang lewat saja,” paparnya.

Kalau saja DHE yang dipersyaratkan masuk ke paying agent di Indonesia, Fransisca mengatakan akan memberikan multiplier effect yang luar biasa, termasuk kepada industri secara nasional. Khusus Bank Mandiri, kata dia, DHE yang sudah melaluinya sangat besar, dan nasabahnya bukan hanya dari eksportir migas saja, tapi semua eksportir.

“Karena kita selalu wholesale transaction banking, dan di dalamnya ada cash management. Ada program di situ yang namanya RTE, dan itu kita langsung kirim ke BI. Sehingga menjadi efisien dan mudah bagi nasabah kita, yang tadinya pegawainya yang bikin laporan-laporan itu sendiri, sekarang tinggal masukkan di sistem saja, dan sudah jalan sendiri ke BI. Jadi dia tidak butuh lagi ada orang tertentu kan. Karena yang go through Mandiri pasti sampai ke BI,” terangnya.

Hingga saat ini, Mandiri sudah ada sembilan nasabah yang menjadikannya paying agent. Dan hampir sebagian besar adalah perusahaan asing. “Misalnya Santos, JOB Pertamina Talisman, dan Petronas. Jadi bisa dilihat bahwa kita sudah punya existing (nasabah perusahaan migas asing)-nya, tinggal willingness saja dari yang lain untuk mau memasukkan DHE melalui kita,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Sulaiman Arif Arianto selaku Direktur Bisnis Komersial PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, bahwa perbankan BUMN, kecuali BTN yang memang fokusnya di KPR, sudah siap dengan adanya aturan DHE dari BI tersebut, termasuk dari sisi transaksi.

“Jadi sama sekali tidak ada hambatan secara teknis di perbankan nasional dan aturan PBI itu masih memungkinkan DHE tetap sesuai kontrak semula, karena hanya dilewatkan saja di perbankan nasional. Itu tinggal fine joining saja, jadi tidak akan ada hambatan,” ungkapnya.

Khusus dari sektor migas, menurutnya, masih banyak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang masih enggan memasukkan DHE-nya ke perbankan nasional, dikarenakan mereka itu punya kontrak dengan vendor dan rekanannya di luar negeri. Jadi kalau DHE harus masuk ke Indonesia, mereka perlu merevisi kontrak-kontraknya.

“Saat ini memang sudah ada beberapa K3S yang mulai melakukan itu. Jadi memang soal tingkat kepatuhan, di aturan (PBI DHE) tersebut memang ada masa transisi secara bertahap. Tapi kita tidak bisa mengatakan bahwa banyak yang belum patuh, karena masih butuh lebih banyak adjusment dari kontrak-kontrak mereka yang di luar supaya bisa menerapkan PBI dengan semestinya. Kami dunia perbankan sangat mendorong itu, karena bagaimana pun juga DHE itu merupakan sumber dana valas yang nantinya kita berikan lagi untuk membiayai proyek-proyek sejenis,” jelasnya. [ria]

Related posts