Tunas Ridean Agresif Buka Cabang Baru - Targetkan Laba Tumbuh 10%

NERACA

Jakarta - PT Tunas Ridean, Tbk (TURI) akan mengembangkan usahanya dengan membuka cabang baru di wilayah Bandar Lampung dan Ampera, Jakarta senilai Rp30 miliar. \"Dua cabang kendaraan mobil Toyota di Bandar Lampung dan Ampera. Sekarang ini sedang dalam proses bangun.\" kata Direktur Utama Tunas Ridean, Rico Setiawan, di Jakarta, Kamis (18/4).

Selain membuka cabang untuk dealer mobil, menurut Rico, juga akan dibuka cabang baru untuk motor. Total nilai investasi diperkirakan mencapai Rp100 miliar. Langkah ini diambil perseroan untuk mengimbangi pertumbuhan industri dan meningkatkan kinerja perseroan ke depan.

Pada tahun ini, lanjut dia, perseroan menargetkan pertumbuhan revenue sekitar 10% dari tahun 2012 yang mencapai Rp10 triliun. Target pertumbuhan revenue ini akan ditopang oleh sebagian besar penjualan automotive. Pasalnya, sampai dengan tahun lalu kontribusi automotive terhadap total pendapatan sebesar 80%-90%, sedang sisanya berasal dari rental atau penyewaan kendaraan.

Rico menyebutkan, pada tahun ini penjualan mobil ditargetkan mencapai 54.000 unit, dan motor sebanyak 185.000 unit. Hingga kuartal pertama tahun ini penjualan mobil telah mencapai 13.918 unit, dan motor 37.132 unit. Total belanja modal pada tahun ini sebesar Rp500 miliar yang sebagian besar diperoleh dari pinjaman perbankan.

Dari jumlah tersebut, untuk pengembangan divisi rental, perseroan mengalokasikan investasi belanja modal sebesar Rp382 miliar.\"Triwulan 1 sudah kita belanjakan 105,8 miliar rupiah. Itu 70,3 miliar untuk rental, dan 33,5 miliar untuk lain-lain,\" jelasnya.

Terbitkan Obligasi

Sedang untuk pembiayaan baru, kata dia, Mandiri Tunas Finance, menargetkan sebesar Rp12 triliun hingga akhir 2013. \"Triwulan pertama tahun ini pembiayaan baru Mandiri Tunas Finance sudah mencapai 2,5 triliun rupiah,\" paparnya.

Untuk mendukung pengembangan divisi pembiayaan, rencananya Mandiri Tunas Finance akan menerbitkan obligasi pada Mei mendatang. Penerbitan obligasi tersebut diperkirakan memiliki jangka waktu satu hingga tiga tahun. Sayangnya, dia tidak dapat menyebutkan underwriter yang ditunjuk dalam penerbitan obligasi ini karena menjadi kebijakan pihak manajemen Mandiri Tunas Finance.

Direktur Tunas Ridean Anton Leoman mengatakan, perseroan optimistis terhadap rencana pemerintah menaikan BBM di tahun ini tidak akan berdampak signifikan terhadap target penjualan. \"Kenaikan BBM tahun ini diperkirakan lebih rendah sehingga recovery lebih cepat. Di samping itu ada kenaikan UMP, jadi ada kenaikan daya beli,\" jelasnya.

Selain menargetkan penjualan automotive, dari divisi rental, Tunas Grup menargetkan portofolio jangka panjang Tunas Rental menjadi 5.100 unit di tahun ini dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 4.200 unit. \"Hingga triwulan 1 tahun ini, portofolio Tunas Retal telah mencapai 4.539 unit.\" ujarnya. (lia)

Related posts