Fokus Superblok, Pakuwon Jati Targetkan Laba 35% - Kinerja Saham Positif

NERACA

Jakarta- Geliat pasar properti dengan konsep pembangunan terpadu, superblok dinilai akan dapat memaksimalkan untung emiten yang bergerak di sektor ini. Manajemen PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) mengaku sedang fokus pada pengembangan proyek superblok di Surabaya, Tunjungan Plaza IV-VI serta pembangunan kluster baru di Pakuwon City.

Kata Direktur PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), Minarto Basuki, dengan konsep superblok, perseroan akan membangun hotel di atas Tunjungan Plaza IV di Surabaya. Proyek ini dilakukan sejalan dengan pembangunan Tunjungan Plaza V dan akan mulai dibangun pada tahun ini dengan sekitar 290 kamar.

Selanjutnya, di akhir tahun perseroan berencana akan membangun Tunjungan Plaza VI dengan perkiraan luas lahan mencapai 1,2 hektar. Targetnya, pada tahun 2016 proyek ini sudah dapat diselesaikan dan dapat dioptimalisasi penggunaannya. \"Perseroan menargetkan dapat menghasilkan recurring income sebanyak 20-30% dari target pendapatan untuk proyek Tunjungan Plaza VI,”katanya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, laba bersih perseroan di tahun ini ditargetkan tumbuh sebesar 35% dari target pendapatan tahun 2013. Dengan target pendapatan 2,7 triliun rupiah, nilai keuntungan yang diincar sekitar 945 miliar rupiah. Dibanding laba bersih yang diraup tahun lalu, Pakuwon membidik pertumbuhan laba hingga 26,3%. Jika realisasi pendapatan persis mencapai target tersebut, Pakuwon menikmati pertumbuhan 24,42% dari pencapaian 2012 yang sebesar Rp2,17 triliun.

Informasinya, dalam rencana pengembangan proyek Tunjungan Plaza V dan IV di tahun ini PWON telah menunjuk PT PP Tbk (PTPP) sebagai Kontraktor. Perseroan pun telah menyiapkan belanja modal senilai Rp. 1,7 triliun yang akan digunakan untuk pengerjaan sejumlah proyek, di antaranya Tunjungan Plaza V -VI dan apartemen empat menara Edu City di Surabaya, dan pengembangan menara perkantoran dan hotel di Gandaria City.

Nilai proyek Tunjungan Plaza V dan empat menara Edu City diperkirakan senilai Rp. 472 miliar. Tunjungan Plaza I sampai dengan Tunjungan Plaza IV memiliki luas lahan yang disewakan sebesar 125.000 m2. PWON juga akan meluncurkan beberapa kluster residensial baru.

Prospek Saham

Analis PT Trust Securities, Yusuf Nugraha mengapresiasi pencapaian laba bersih perseroan sepanjang tahun lalu 115,56% sepanjang tahun lalu seiring dengan kenaikan pendapatan. Bahkan, dia memproyeksikan saham PWON akan dapat mencapai level 415.

Pada perdagangan kemarin, PWON dibuka dilevel 360 dan harga terakhirnya di level Rp380 dengan penguatan sebesar 4,11%.\"Pada 2012, PWON mencetak laba bersih Rp 748 miliar, naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp 347 miliar. Kenaikan laba bersih ini di luar estimasi kami, di mana menurut perkiraan proyeksi laba bersih diprediksi meningkat Rp 510 miliar atau naik 47% dari tahun 2011.\" jelasnya.

Pencapaian tersebut mendorong laba bersih per saham menjadi Rp 15,53 pada akhir tahun lalu, atau naik 80% dari Rp 8,62 pada 2011. Kontribusi terbesar pendapatan PWON

didapat dari development revenue sekitar 63%, dan sisanya 37% dari recurring revenue.

Dengan pembangunan dan pengembangan sejumlah proyek yang dikerjakan, dia memproyeksikan kinerja perseroan pada tahun ini mengalami peningkatan, terutama pada pendapatan usaha yang akan tumbuh 50% atau mencapai Rp3,25 triliun. \"Seiring pertumbuhan akan permintaan properti, Ke depan basis recurring revenue PWON akan semakin solid dengan telah beroperasinya pusat perbelanjaan dan perkantoran Kota Kasablanka selain juga pertumbuhan pendapatan dari pusat perbelanjaan Gandaria City, Tunjungan Plaza maupun Sheraton Hotel.\" paparnya.

Dia menilai, laju pertumbuhan ekonomi selama empat tahun terakhir 2010-2013 yang positif, memberikan gambaran membaiknya perindustrian nasional, termasuk sektor properti. Sampai dengan tahun ini sektor properti dapat menjadi pilihan investasi. \"Kondisi tahun 2010-2013 merupakan timing yang tepat bagi konsumen maupun investoruntuk membeli dan berinvestasi di sektor properti (seller market).\" ujarnya.

Dia menambahkan, dari sisi supply, bisnis properti akan mengikuti demand, terutama sektor perumahan, perhotelan, kondominium dan perkantoran, ruko dan rukan. Karena itu, untuk saat ini dia belum melihat gejala bubble property karena supply yang ada dapat diimbangi dengan demand di masyarakat. (lia)

Related posts