Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 17 Triliun

NERACA

Jakarta – Seiring dengan pesatnya bisnis infrasrtruktur di Indonesia, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru tahun ini sebesar Rp 17 triliun. Bahkan pada kuartal pertama, kontrak baru sudah mencapai Rp 3,3 triliun.

Kata Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk (WSKT), M.Choliq, saat ini pihaknya sudah menandatangani kontrak baru senilai Rp 1,9 triliun dari total kontrak yang sudah dikelola sebesar Rp 26 triliun, “Proyek terbesar yang didapat yaitu pembangunan terminal bandara Soekarno Hatta dengan kontribus pihak perseroan sebesar Rp 1,6 triliun,”katanya di Jakarta, Kamis (18/4).

Dalam lima tahun terakhir, kata M.Choliq, perseroan telah mengerjakan proyek di luar negeri yaitu, Dubai, Arab Saudi serta di renovasi Masjidil Haram di Makkah. Menurutnya, proyek-proyek tersebut dinilai sangat positif karena tidak ada rupiah yang keluar melainkan banyak real saudi yang masuk ke Indonesia dan menambah devisa.

Dia menambahkan, tahun ini perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 400 miliar dan akan dipergunakan untuk peralatan sebesar Rp 100 miliar, properti Rp 150 miliar dan Rp 150 miliar lagi untuk pengembangan bisnis dan properti. Kemudian pembagian dividen tahun 2012 akan dilaksanakan sebelum juni 2013 dengan jumlah 8% dari laba bersih yaitu Rp 22 miliar, “Dana untuk dividen dialokasikan sebesar Rp 20 miliar dan sisanya disimpan sebagai cadangan wajib,”ujarnya.

Realisasi IPO

Sementara direktur keuangan Waskita Karya, Tunggul Rajagukguk mengatakan, hingga Maret 2013 dana hasil IPO perseroan tersisa Rp 330 miliar dan sebelumnya telah digunakan sebanyak 60% untuk modal kerja dan Rp 110 miliar digunakan untuk pengembangan usaha.

Direktur Operasi II PT Waskita Karya Tbk, Adi Wibowo menegaskan, kedepannya Waskita akan lebih baik lagi karena ditunjang bisnis konstruksi dan kecil yang baru dimulai dan pengembangan properti di Alam Sutera, “Kita memiliki lahan di beberapa kota besar yang letaknya di tengah kota seperti Bandung, Makassar, dan Medan,”ungkapnya.

Asal tahu saja, pada 2017 nanti perseroan menargetkan bisa memberikan kontribusi sebesar 15% dalam pembangunan atau bisa menggungguli pesaingnya sesama perusahaan plat merah PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang selama ini berada diatas dan menguasai bisnis konstruksi dan properti.

Selain itu, perseroan juga menargetkan bisa memberikan dividen sebesar 30% di tahun 2013. Dalam mengerjakan proyek luar negerinya, perseroan selalu menjaga kehati-hatian dalam pengerjaan. Pasalnya, resikonya tergolong tinggi seperti terkait politik, ekonomi internasional, perubahan suku bunga, kurs, juga resiko operasi.

Oleh sebab itu, perseroan memiliki satu kebijakan khusus saat menggarap proyek di luar negeri yaitu kebijakan tidak mengerjakan paket penuh, hanya jasa proyek manajemen. Disamping itu, Waskita Karya juga membawa sendiri orang-orang yang dibutuhkan dan cara kerja perseroan yang diterapkan, tapi alat dan material dari negara tersebut. Tercatat ada sekitar 400 orang karyawan perseroan yang dibawa ke sana dan kebijakan ini dinilai perseroan mampu mencegah resiko jika terjadi sesuatu, mudah check out tanpa harus membawa peralatan dan materialnya. (nurul)

BERITA TERKAIT

RI Bukukan Kontrak Dagang US$130 Juta Dengan Mesir

NERACA Jakarta – Indonesia membukukan kontrak dagang senilai 130 juta dolar AS sebagai tindak lanjut kegiatan misi dagang ke Mesir…

Tunda Bagikan Dividen - Siloam Hospitals Bangun Lima Rumah Sakit Baru

NERACA Tangerang – Lantaran anjloknya perolehan laba bersih di tahun 2018, menjadi alasan bagi PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)…

Miliki Investor Baru - Bank Yudha Bhakti Agendakan Rights Issue

NERACA Jakarta – Berambisi naik kelas menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) dua, PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) terus…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jasa Marga Bukukan Utung Rp 2,2 Triliun

Sepanjang tahun 2018, PT Jasa Marga Tbk (JSMR) mencatatkan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau sama dengan periode yang sama tahun…

Produksi Minyak Sawit ANJT Tumbuh 6,6%

Hingga Februari 2019, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) memproduksi minyak sawit mentah sebanyak 34.750 ton atau naik 6,6% dari…

Pefindo Beri Rating AAA Obligasi Indosat

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idAAA terhadap Obligasi Berkelanjutan II Tahap III/2019 seri A PT Indosat Tbk (ISAT)…