Tarif dan BBM Jadi Satu Paket - Ketua KWK Abdul Ghofur

Ketua KWK Abdul Ghofur:

Tarif dan Harga BBM Jadi Satu Paket

Bagi angkutan umum di Jakarta, saat ini tarifnya sudah harus ditinjau, karena dinilai sudah tidak sesuai dengan kondisi, artinya tak lagi memadai untuk menutup biaya operasional.

“Ongkos Rp 2.000 untuk jenis Metromini, Kopaja dan sejenisnya tentu sudah saatnya ditinjau lagi, dan harus satu paket dengan kenaikan harga BBM,” kata Ketua Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Abdul Ghofur. KWK adalah koperasi para pengusaha angkutan kota di kawasan pinggiran Jakarta.

Kepada Neraca, Ghofur mengatakan, saat ini kalangan para pengusaha cenderung dibiarkan hidup segan mati tak mau. Sebab, dengan besaran tarif yang ada saat ini menyebabkan awak bus harus berjibaku berebut penumpang mengejar setoran.

Problem yang terjadi di kalangan angkutan umum saat ini apa?

Sudah lama, tarif tidak naik, padahal harga spare part terus melambung. Karena itulah pemda harus tanggap melihat keadaan sekarang ini.

Idealnya dari rencana kenaikan harga BBM bersubsidi khusus mobil pribadi apa?

Tak perlu malu-malu untuk menaikkan harga BBM bagi angkutan umum, tapi harus satu paket dengan peninjauan tarif angkutan yang ada sekarang. BBM tak dinaikkan bagi angkutan umum, tapi toh nantinya akan mempengaruhi harga-harga kebutuhan lainnya.

Kebijakan BBM bersubsidi ini kelihatannya hanya instan saja. Yang substansial yang harus dilakukan pemerintah apa saja kalau begitu?

Saya juga setuju dengan usulan agar pemerintah secara fundamental memikirkan bagaimana mengurangi ketergantungan impor minyak, dengan cara menggenjot eksplotasi ladang minyak baru yang saat ini masih dikuasai asing.

Kami mendukung agak pemerintah berani menguasai ladang-ladang minyak untuk menjaga cadangan produksi dalam negeri dan tidak lagi bergantung dengan impor.

Selama ini kendalanya biaya dan teknologi?

Itu semua bisa diatasi jika pemerintah mau. Teknologi bisa dibeli. Banyak sumber dana dalam negeri yang bisa dimobilisasi.

Kembali ke angkutan kota, setujukah Anda jika semua disinergikan dengan sistem busway?

Kami sangat setuju jika semua diatur akan mampu memenuhi tuntutan pelayanan yang aman, nyaman, dan terjangkau. Hal itu bisa dilakukan jika angkutan umum feeder busway itu mendapat jaminan beroperasi, suku cadang, juga tarif.

Saya juga yakin jika sistem transportasi umum diatur secara terpadu dan tersinergi, kondisi lalu lintas akan makin tertib dan teratur. Angkutan umum tidak berhenti sembarangan dan rebutan penumpang karena pengemudinya digaji bukan berdasarkan setoran. Penumpang juga tidak menyetop atau turun di sembarang tempat, tapi di halte yang telah disediakan.

Jika demikian, mereka tentu akan mengutamakan kesaelamatan dan kenyamanan penumpangnya.

Jika angkutan umum nyaman, kami juga yakin, banyak mobil pribadi beralih karena malas terjebak macet setiap hari di jalanan. Karena itu, dibutuhkan kerjasama semua pihak. (saksono)

Related posts