Harga BBM Bersubsidi Dari Masa ke Massa

Harga BBM Bersubsidi dari Masa ke Masa

Bahan bakar minyak (BBM) yang mendapat subsidi dari pemerintah meliputi tiga jenis, yaitu bensin atau premium, minyak solar, dan minyak tanah. Sejak memerintah pada 2004, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menaikturunkan harga BBM bersubsidi tersebut sebanyak enam kali.

Kali pertama, 1 Maret 2005. Saat itu, harga premium Rp 1.810/liter, naik menjadi Rp 2.400/liter, solar dari Rp 1.650/liter menjadi Rp 2.100/liter. Sedangkan minyak tanah dari Rp 1.800/liter menjadi Rp 2.200/liter. Tujuh bulan berikutnya, Presiden kembali menaikkan tarif BBM bersubsidi. Pada 1 Oktober, harga premium berubah menjadi Rp 4.500/liter, solar dari Rp 2.100 ke Rp 4.300, dan minyak tanah justru turun, dari Rp 2.200 menjadi Rp 2.000/liter.

Sedangkan pada tahun empat berkuasa, yaitu 2008, Presiden SBY telah mengubah harga BBM bersubsidi sebanyak tiga kali. Pertama, pada 24 Mei 2008, harga bensin naik dari Rp 4.500/liter menjadi Rp 6.000/liter. Solar juga demikian, naik dari Rp 4.300 menjadi Rp 5.500/liter.

Perubahan harga berikutnya terjadi pada 1 Desember 2008. Tapi, yang berubah hanya premium. Turun, dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500/liter. Harga solar dan minyak tanah tetap. Dua pekan kemudian, harga premium kembali terkoreksi, tapi turun sebesar Rp 500 menjadi Rp 5.000/liter. Harga solar juga turun dari Rp 5.500 ke Rp 4.800/liter. Hanya minyak tanah saja yang stabil, tetap di posisi Rp 2.500/liter.

Memasuki 2009, Presiden kembali mengoreksi harga BBM bersubsidi. Persis 15 Januari, harga bensin premium kembali diturunkan dari Rp 5.000 menjadi wong ndeso Karet dari stasiun Sudirman dengan tarif Rp 4.500/liter. (saksono)

Related posts