Tower Bersama Siapkan Dana Untuk Akuisisi - Pasar Menjanjikan

NERACA

Jakarta – Keyakinan bisnis penyedia infrastruktur telekomunikasi bagi penempatan Base Transceiver Station (BTS) masih menjanjikan, rupanya tidak mau dilewatkan begitu saja oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebagai pemain. Bahkan perseroan telah menyediakan dana untuk mengakuisisi beberapa BTS tahun ini.

Presiden Direktur PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, Herman Setya Budi mengatakan, kalau ada yang menjual tower telekomunikasi, perseroan siap untuk membelinya dan nantinya akan dijual kembali sebagai tower bersama, “Kita tidak bisa sebutkan belanja modal tahun ini. Pada prinsipnya, secara keuangan kita sudah siap,\" katanya di Jakarta, Rabu (17/4).

Menurutnya, kesiapan perusahaan dari segi keuangan berdasarkan dana obligasi yang sebelumnya diterbitkan sebesar US$300 juta dan kas internal perseroan serta pinjaman perbankan yang belum ditarik.

Anak ushaa PT Tower Bersama Infrastructure Tbk yaitu TBG Global Pte Ltd telah menetapkan tingkat kupon bunga 4,625% untuk penawaran perdana surat utang sebesar US$300 juta. Surat utang tersebut terdaftar di bursa efek Singapore. Perseroan akan menawarkan surat utang ini ke pasar Amerika Serikat untuk pembeli instistusi di bawah pengawasan Undang-undang sekuritas Amerika Serikat pada 1993. Hingga 31 Desember 2012, TBIG memiliki dan mengoperasikan 8.439 sites dengan 13.708 penyewaan.

Selain itu, dia juga mengungkapkan, penawaran obligasi yang dilakukan anak anak usahanya TBG Global Pte Ltd sebesar US$300 juta mengalami kelebihan permintaan hingga 14 kali.\"Memang kita sukses melakukan obligasi, dari target US$300 juta, over menjadi 14 kali sebesar US$4.200. Penyerapan obligasi kami adalah perusahaan investasi asal asing Amerika, disusul Asia, dan ada juga institusi asal Eropa,\" ujarnya.

Kata Herman, banyaknya investor yang tertarik mengenai obligasi tersebut karena bunganya cukup kompetitif sebesar 4,6%, sehingga respon yang didapatkan sangat bagus.\"Dari bunga yang kami tawarkan membuat para investor tertarik dan kami bersyukur mendapatkan sambutan positif terhadap obligasi ini,\" ujar Herman.

Selain itu, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) juga memutuskan untuk tidak membagikan dividen karena sebagian labanya dialokasikan cadangan umum dan saldo laba.

Herman menuturkan, tahun ini dan tahun lalu perseroan tidak membagikan dividen. Dimana keputusan ini, telah disetujui para pemegang saham yang sebesar Rp 10 miliar untuk cadangan dan sisanya sekitar Rp831 miliar untuk saldo laba. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemerintah Siapkan Visi-Misi Arah Industri Halal - KUNCI INDUSTRI HALAL DUNIA

NERACA Jakarta – Sejatinya menjadi negara penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia bisa menggenjot pertumbuhan ekonomi di sektor industri halal.…

Penghargaan WP untuk Apresiasi Kontribusi Kepatuhan

Oleh: Aditya Wibisono, Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas Kanwil DJP WP Besar Walaupun batas waktu penyampaian SPT Tahunan PPh…

Proses Penyaluran Dana LPDB Tetap Berjalan

Proses Penyaluran Dana LPDB Tetap Berjalan NERACA Jakarta - Realisasi penyaluran dana bergulir Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Buana Lintas Lautan Tumbuh 48.5%

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berhasil memperoleh laba bersih US$7,44 juta untuk periode Juni 2018, meningkat 48.5% dari periode…

Investor Summit 2018 Berlanjut di Balikpapan

Rangkaian investor summit 2018 berlanjut di kota Balikpapan sebagai kota tujuan ketujuh dengan menghadirkan empat perusahaan tercatat yang menggelar paparan…

Saham DIGI Masuk Dalam Pengawasan BEI

Jakarta - Mengalami kenaikan harga saham di luar kebiasaan atau biasa disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Arkadia…